Breaking News:

Tak Sampai 10 Hari Dibahas DPRD, RAPBD DKI Turun Jadi Rp82,47 Triliun

Tak sampai 10 hari dibahas DPRD DKI Jakarta, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2022 turun menjadi Rp82,47 triliun.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana penandatanganan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI 2022 di Ruang Rapat Paripurna, Gedung DPRD DKI, Senin (15/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Tak sampai 10 hari dibahas DPRD DKI Jakarta, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2022 turun menjadi Rp82,47 triliun.

Awalnya, Pemprov DKI bersama DPRD menyepakati RAPBD DKI tahun anggaran 2022 sebesar Rp84,8 triliun.

Hal ini disepakati lewat penandatangan nota kesepakatan atau MoU Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI 2022 dalam rapat paripurna yang dilaksanakan Senin (15/11/2021) kemarin.

Tak sampai dua pekan dibahas, nilai RAPBD DKI menyusut Rp2,4 triliun menjadi Rp82,47 triliun.

Penyusutan anggaran terjadi setelah dilakukan pendalaman dan penelitian yang dilakukan secara vertikal, mulai dari pimpinan dewan, pimpinan tiap komisi, hingga pimpinan fraksi bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melalui forum Badan Anggaran yang digelar Kamis (24/11/2021) kemarin.

“Berdasarkan hasil pembahasan komisi-komisi bersama eksekutif Badan Anggaran dan eksekutif bahwa Rancangan APBD DKI 2022 Rp82,47 triliun dapat disetujui,” ucap Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11/2021).

Baca juga: Bahas RAPBD DKI Jakarta 2022 di Puncak, Respon Ketua DPRD: di Sana Kan Juga Punya DKI

Politisi senior PDIP ini menjelaskan, penyusutan terjadi karena adanya beberapa penyesuaian, seperti penundaan izin pemberian pinjaman daerah untuk program pembangunan ITF Sunter senilai Rp2,8 triliun.

Kemudian, juga ada beberapa penyesuaian pagu anggaran yang akan masuk dalam RAPBD DKI 2022.

Baca juga: Kota Bekasi Anggaran Penanganan Covid-19 di RAPBD 2021 Sebesar Rp175 Miliar

Rinciannya, Belanja Bantuan Keuangan Rp479,75 miliar, Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp2,83 triliun, dan proyeksi Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya Rp 4,8 triliun.

Kemudian, Penyertaan Modal Daerah (PMD) tahun 2022 diberikan sebesar Rp 5,53 triliun untuk empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Mayoritas diberikan kepada PT MRT Jakarta, yaitu sebesar Rp4,71 triliun, PDAM Jaya Rp322,57 miliar, Perumda Sarana Jaya (Program DP Nol Rupiah) Rp250 miliar, dan PD PAL Jaya Rp200 miliar.

“Hasil Badan Anggaran ini juga sudah merupakan hasil Rapat Pimpinan Gabungan,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved