Breaking News:

Usulkan TPST Bantar Gebang Jadi Lapangan Golf, Komisi D Pastikan Aset Milik Pemprov DKI

Sehingga usulan ini pun disuarakan dewan Kebon Sirih sebagai satu diantara solusi untuk mengurai gunungan sampah di Bantar Gebang.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Aktivitas pemulung di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Selasa, (23/6/2020). 

"Kami ada tambahan lahan 7,5 hektar di Bantargebang," kata Yogi, Selasa (21/9/2021).

Lahan tersebut dibeli Pemprov DKI Jakarta dari masyarakat sekitar Bantargebang. Yogi mengatakan, pengadaan lahan TPST Bantargebang itu sudah terealisasi tahun lalu.

"Kami beli ke masyarakat sekitarnya, membebaskan lahan di sekitar Bantargebang," ujar dia.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Gelontorkan Rp379,5 M untuk Kompensasi Bau TPST Bantargebang

Dengan adanya penambahan lahan 7,5 hektar, kini luas lahan di TPST Bantargebang menjadi 117,5 hektar.

Selain menambah luas lahan, Yogi mengatakan, Dinas LH juga mengupayakan metode landfill mining atau menambang kembali sampah yang sudah berusia 10 tahun.

"Sampah yang umurnya 10 tahun itu ditambang, kami olah menjadi bahan bakar untuk pembangkit listrik," ujar Yogi.

Upaya pengolahan sampah yang lain yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta adalah pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara, dengan kapasitas 2.000 ton sampah per hari. Namun, hingga hari ini bangunan ITF belum terealisasi.

Data pada 12 September 2021, ketinggian tumpukan sampah TPST Bantergebang sudah mencapai 50 meter. Ketinggian tumpukan sampah tersebut sudah menempati area seluas 104 hektar dan kemungkinan akan terus bertambah mengingat sampah dari Jakarta mencapai 7.400 ton per hari.

Usulan jadi lapangan golf

DPRD DKI beri usulan untuk sulap tumpukan sampah di TPST Bantar Gebang jadi lapangan golf.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved