Breaking News:

Warga Jakarta Timur Panen Raya, Kangkung Hngga Lele Diharpkan Bantu Cegah Stunting

ali Kota Jakarta Timur M. Anwar mengatakan hasil panen terdiri dari sayur mayur seperti kangkung, pakcoy, caisim, ubi, jagung, terong, cabai.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Warga Jakarta Timur Panen Raya, Kangkung Hngga Lele Diharpkan Bantu Cegah Stunting
Istimewa
Para kader PKK saat melakukan panen raya yang dilakukan di RPTRA Mustika, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (24/11/2021).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Panen raya urban farming yang dilakukan jajaran Pemkot Jakarta Timur di 74 lokasi pada Rabu (24/11/2021) diperkirakan menghasilkan sebanyak 1.132 kilogram.

Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar mengatakan hasil panen terdiri dari sayur mayur seperti kangkung, pakcoy, caisim, ubi, jagung, terong, cabai, tanaman obat keluarga, ikan lele dan nila.

"Diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi untuk percepatan penuntasan anak stunting dan menjadi bagian dalam penguatan ketahanan pangan," kata Anwar di Jakarta Timur, Kamis (25/11/2021).

Dia meminta jajarannya di masing-masing Kelurahan mendistribusikan hasil panen raya ke warga yang membutuhkan, sisanya dijual untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, urban farming yang dilakukan dengan memanfaatkan sisa lahan di kantor Kelurahan, Kecamatan, RPTRA, dan lahan tidur selama ini sudah menghasilkan banyak manfaat.

"Sayur yang dipanen di lahan urban farming ini sehat karena tanpa pestisida. Sehingga aman dikonsumsi karena tidak terpengaruh bahan zat kimia berbahaya," ujarnya.

Anwar juga meminta agar Sudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (KPKP) melakukan pemantauan mutu hasil panen dan memberi pelatihan bercocok tanam ke warga.

Baca juga: Pemain Senior Persija: Kemenangan Atas Persib Buat Tim Makin Percaya Diri

Tujuannya agar semakin banyak kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di masing-masing Kelurahan yang ikut melakukan urban farming di permukiman.

"Lakukan juga pemeriksaan terhadap penggunaan bahan- bahan yang aman tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya," tuturnya.

Sebagai informasi, Pemkot Jakarta Timur masih berupaya menyelesaikan masalah anak stunting atau gangguan pertumbuhan secara fisik dan kemampuan intelektual anak.

Pada Rabu (10/3/2021) lalu Pemkot Jakarta Timur menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna membahas langkah menekan kasus anak stunting di 10 Kecamatan.

"Tahun 2019 wilayah Jakarta Timur menduduki posisi tertinggi balita kerdil dengan kategori pendek sebanyak 4.857 anak balita, sedangkan kategori pendek sebanyak 5.628 anak balita," kata Anwar, Rabu (10/3/2021).

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved