Breaking News:

Melihat Keunikan Layang-Layang Tradisional Asal Sulawesi Tenggara, 100% Terbuat Dari Tumbuhan

Daun tersebut dirakit dengan menggunakan kerangka yang juga berasal dari bahan alami, yakni bambu. 

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Pebby Adhe Liana / Tribun Jakarta
Melihat Keunikan Layang-Layang Tradisional Asal Sulawesi Tenggara, Kaghati, 100% Terbuat Dari Tumbuh-Tumbuhan. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Bicara soal layang-layang, kebanyakan orang mungkin hanya mengetahui bahwa layang-layang dibuat dari material kertas dan juga kerangka bambu saja. 

Padahal, Indonesia punya beberapa jenis layang-layang tradisional yang terbilang unik.

Satu diantaranya, berasal dari Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.

Mengapa unik, karena layang-layang tradisional ini berbeda dengan layang-layang pada umumnya.

Layang-layang ini disebut dengan nama Kaghati, terbuat dari 100% bahan alami yang bisa ditemukan di alam.

Diketahui, layang-layang tradisional dari Sulawesi Tenggara ini terbuat dari lembaran daun ubi hutan.

Daun tersebut dirakit dengan menggunakan kerangka yang juga berasal dari bahan alami, yakni bambu. 

Baca juga: Terbawa Angin Hingga Keliling Dunia, Kisah Putra Pendiri Museum Layang-Layang Indoensia

Sementara benangnya, dibuat dari serat daun pandan duri.

Kaghati sering ditampilkan dalam berbagai festival layang-layang internasional.

Karena tampilannya yang unik, layang-layang ini kerap menarik perhatian dari masyarakat.

Layang-layang daun ini, kini menjadi salah satu koleksi dari Museum Layang-Layang Indonesia yang berlokasi di Jalan H. Kamang, Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Selain menampilkan koleksi layang-layang Kaghati, museum ini juga memiliki ratusan koleksi layang-layang tradisional lainnya dari berbagai penjuru di Tanah Air.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved