Formula E
Formula E Modal Sahroni Crazy Rich Priok di Panggung Pilgub DKI, Pengamat: Anies & NasDem Dekat
Pria yang juga dikenal sebagai Crazy Rich Tanjung Priok itu merupakan Sekretaris Jenderal Ikatan Motor Indonesia (IMI).
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat Politik dari Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, membaca unsur politis pada penunjukkan, Ahmad Sahroni sebagai Ketua Pelaksana Formula E di Jakarta.
Menurutnya ada agenda terselubung NasDem yang menggunakan Formula E untuk menjadi kendaraan Sahroni menuju Pemilihan Gubernur atau Pilgub DKI 2024 mendatang.
Menurutnya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu akan diproyeksikan untuk menduduki kursi DKI 2.
Diketahui, Ahmad Sahroni diembankan tanggung jawab sebagai ketua pelaksana balap mobil listrik itu langsung oleh Gubernur Anies Baswedan.
Pria yang juga dikenal sebagai Crazy Rich Tanjung Priok itu merupakan Sekretaris Jenderal Ikatan Motor Indonesia (IMI).
Sedangkan Bambang Soesatyo atau Bamsoet dipilih Anies sebagai Ketua Pengarah atau steering committee Formula E Jakarta.
Bamsoet merupakan Politikus Golkar sekaligus Ketua MPR RI.
Baca juga: Anies Dinilai Politis dan Ketinggalan Jaman, Tunjuk Bamsoet dan Sahroni Kepalai Formula E Jakarta
Ray Rangkuti menjabarkan, sisi politis penunjukkan para pejabat legislatif aktif itu menarget ke dua arah sekaligus.
Ray menduga, pelaksanaan Formula E membutuhkan dukungan politik.
Karena itu, petinggi pelaksananya harus memiliki daya tawar politik yang tinggi.
"Ya ini sebetulnya tindakan politik untuk dua arah sekaligus. Arah pertama karena mungkin Anies melihat masalahnya sekarang hambatannya politik nih."
"Nah makanya dia taruh orang-orang politik di struktur. Sehingga hambatan-hambatan politik ini bisa diselesaikan," katanya saat dihubungi, Sabtu (27/11/2021).
Selain itu, Ray membaca agenda NasDem pengorbitan sosok Sahroni.
Di sisi lain, Anies juga memiliki kedekatan dengan partai besutan Surya Paloh itu.
Sebagai contoh, pada tahun 2019 lalu, Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya sempat mengatakan Anies merupakan deklarator NasDem.
Lebih jauh bahkan Ray menyebut Sahroni berpotensi mengisi posisi Calon Wakil Gubernur DKI.
Formula E dijadikan kendaraan untuk Sahroni mengebut keterkenalan sekaligus elektabilitasnya.
"Nah tentu saja target keduanya itu tadi, bagaimana NasDem mulai mempopulerkan orang mereka untuk Pilkada 2024 yang akan datang. Ya tentu dengan cara begini ya ada potensi nanti Wagub sekarang bisa disandingkan dengan Kader NasDem," ungkapnya.
Gandeng KPK
Pada sebuah konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Ahmad Sahroni mengatakan, pihaknya ingin KPK mendampingi dan mengawasi jalannya proses penyelenggaraan Formula E agar tidak terjadi potensi korupsi dalam penggunaan anggaran.
"Kami akan meminta audiensi dengan KPK setelah panitia Formula E terbentuk. Jadi KPK harus ikut andil dalam pelaksanaan Formula E 2022," katanya pada Rabu (24/11/2021).
Sahroni menganggap KPK harus turut andil lantaran perhelatan balap akbar ini kerap dibawa-bawa ke dalam kepentingan politik.
"Agar tidak terjadi hal yang politicking. Padahal ini acara branded. Maka kami akan meminta pendampingan," tambahnya.
Senada, Bamsoet juga mempersilakan KPK untuk mengusut bila terendus dugaan korupsi di dalam perencanaan Formula E.
Baca juga: Co-Founder Formula E Mau Bertemu Presiden Jokowi, Bamsoet: Salahnya Dimana?
Harus Berjalan
Namun, ia menegaskan bahwa ajang balap Formula E ini harus tetap berjalan.
"Mana kala ada yang dituduhkan, silakan hukum berjalan. Tapi karena ini event internasional, event bakal terus berjalan. Ini akan indah dan clear pada waktunya," kata Bamsoet, sapaan karibnya.
Baca juga: Ungkap Syarat Sirkuit Formula E, Bamsoet: Tak Boleh Potong Pohon & Rusak Lingkungan
Dengan digelarnya ajang yang diinisiasi Gubernur Anies Baswedan ini, Bamsoet mengatakan, Indonesia akan makin dikenal oleh dunia.
Sebab, ajang Formula E atau Jakarta E-Prix ini bersamaan dengan digelarnya ajang Superbike dan Moto GP.
"Dan tentu saja tidak berlebihan jika kita katakan Indonesia segera setara dengan negara maju lainnya di dunia," ucapnya.
Mengenal Sahroni
Nama Ahmad Sahroni, selama ini lebih dikenal sebagai Wakil Ketua Komisi III yang membidangi masalah hukum, dengan mitra kepolisian, kejaksaan dan kementerian hukum dan HAM.
Lelaki kelahiran Tanjung Priok 8 Agustus 1977 ini, meniti kariernya dari seorang pengusaha yang kemudian bergabung dengan Partai Nasdem.
Roni, sapaanya, sudah dua periode di DPR, sejak 2014 hingga sekarang.
Selain posisi di DPR yang sangat strategis, di DPP Nasdem pun posisinya tak kalah mentereng, sebagai Bendahara Umum.
Tak hanya itu, Ahmad Sahroni juga menjabat sebagai Sekjen IMI.
Pernah Jadi Tukang Semir Sepatu
Dijuluki Crazy Rich Tanjung Priok, Ahmad Sahroni rupanya pernah menjalani hidup yang jauh dari kemewahan.
Kehidupan masa lalu Roni yang terbilang jauh dari kemewahan hidup dan gelimang harta.
Dia berasal dari keluarga sederhana.
Untuk membantu keluarga, dia pun tak segan menjadi tukang semir sepatu di utara Jakarta yang dekat dengan kekumuhan.
Namun berkat kerja keras dan ketekunan, Roni berhasil lepas dari kemiskinan bahkan menjadi salah seorang pengusaha kaya.
Dia pun didapuk menjadi Ketua Ikatan Ferrari Indonesia, klub pemilik mobil dengan logo "kuda jingkrak", yang terkenal mewah dan mahal.
Kesuksesannya sebagai pengusaha serta kepemilikan rumah mewah, koleksi mobil mewah hingga sepeda di tempatnya tinggalnya di Tanjung Priok Jakarta Utara membuatnya dijuluki Crazy Rich Tanjung Priok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/anggota-komisi-iii-dpr-ahmad-sahroni_20180925_164636.jpg)