Breaking News:

Infrastruktur Jadi Langkah Strategis Pemkot Depok, Jalan Penyambung Wilayah Bakal Dibangun

Pembangunan sejumlah infrastruktur menjadi satu di antara sejumlah langkah strategis yang tengah dikerjakan oleh Pemerintah Kota Depok saat ini.

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, saat dijumpai wartawan di Situ Tujuh Muara, Kota Depok, Minggu (19/9/2021). Pembangunan sejumlah infrastruktur menjadi satu di antara sejumlah langkah strategis yang tengah dikerjakan oleh Pemerintah Kota Depok saat ini. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Pembangunan sejumlah infrastruktur menjadi satu di antara sejumlah langkah strategis yang tengah dikerjakan oleh Pemerintah Kota Depok saat ini.

Sebagai contohnya, adalah pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Depok yang ada di wilayah Timur, tepatnya di Kecamatan Tapos.

“Tahun depan akan ada RSUD wilayah Timur. Kami juga akan membangun jalan yang menyambungkan wilayah Timur dan Barat,” ujar Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, dilansir dari situs resmi Pemerintah Kota Depok, Minggu (28/11/2021).

Menyoal pembangunan infrastruktur berupa jalan penghubung di wilayah Timur dan Barat dan Kota Depok, saat ini hanya tersedia satu ruas jalan yaitu Jalan Tole Iskandar menuju Jalan Raya Muchtar, Sawangan.

Lebih lanjut, Imam berujar pihaknya juga akan terus menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan target 30 persen.

Baca juga: Diduga Nekat Akhiri Hidup, Pria di Depok Tabrakkan Diri ke Kereta yang Melintas

Baca juga: Cafe Tak Berizin di Margonda Depok Disegel, Pemiliknya Diberi Waktu 6 Bulan Sebelum Dibongkar

“Lalu untuk ruang terbuka hijau (RTH) akan terus kami tambah untuk mencapai target 30 persen. Saat ini Kota Depok sudah memiliki alun-alun wilayah Timur dan taman kelurahan. Tahun depan juga akan kami bangun alun-alun wilayah Barat,” katanya.

Imam menuturkan Kota Depok juga memiliki sumber daya alam (SDA) yang sangat berpotensi untuk dijadikan wisata alam.

“Kota Depok juga memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA). Yaitu tiga sungai besar dan sejumlah setu yang dapat dikelola sebagai wisata alam,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved