Breaking News:

Varian Omricon Mengancam Dunia, Warga Asal 11 Negara Ini Dilarang Masuk Indonesia

Pada 26 November 2021, WHO melansir varian Omicron masuk dalam kategori variant of concern (VoC) atau varian dengan kewaspadaan tinggi.

Penulis: Abdul Qodir | Editor: Acos aka Abdul Qodir
freepik
Ilustrasi virus corona varian Omicron asal Afrika Selatan dan disebut tidak bisa dilawan vaksin virus corona saat ini 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sejumlah varian terbentuk selama lebih dua tahun pandemi virus Corona atau Coronavirus disease (Covid-19) terjadi di seantero dunia.

Terkini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan adanya varian baru virus Corona yang berasal dari Afrika Selatan, yakni varian Omicron atau B.1.1.529 yang disebut mempunyai tingkat penyebaran sangat tinggi.

Varian satu ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada awal bulan. Tepatnya pada Selasa, 9 November 2021.

Pada 26 November 2021, WHO melansir varian Omicron masuk dalam kategori variant of concern (VoC) atau varian dengan kewaspadaan tinggi.

Pemerintah Indonesia bergerak cepat guna mencegah penyebaran varian COVID-19 baru yang terdeteksi pertama kali di Bostwana, Afrika Selatan (Afsel), yakni varian B.1.1529 atau disebut varian Omicron.

Baca juga: Antisipasi Gelombang Ketiga, Dinkes DKI Pantau Potensi Kemunculan Varian Covid-19 Baru

Menurut Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman, varian ini menjadi satu pertanda yang sangat serius. 

Omicron langsung ditetapkan sebagai varian of concern. Pada varian mutasi sebelumnya, perlu beberapa tahapan  sampai bisa menjadi varian of concern.

"Ini adalah salah satu pertanda yang sangat serius. Dan umumnya penetapan varian itu dari varian of interested dulu atau under of investigision. Tapi ini langsung lompat dan ini menjadi varian of concern," ungkapnya saat ditanyai Tribunnews, Sabtu (27/11/2021). 

Baca juga: Belum Ditemukan Covid-19 Varian Mu dan Lambda di Bandara Soekarno-Hatta

Menurut Dicky hal ini menjadi satu hal yang serius. Kemungkinan terjadinya gelombang ketiga bisa saja berpotensi terjadi. Dicky memprediksi hal ini tidak hanya terjadi pada Indonesia, namun juga dunia. 

"Dalam hal ini tidak hanya di indonesia tapi juga dunia. Karena Omicron ini adalah lahir dari situasi dimana adanya wilayah negara, kawasan rendah kapasitas 3T, 5M dan, vaksinasinya," kata Dicky lagi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved