Breaking News:

Gegara Utang Rp 200 Juta, Keluarga Polisi Diusir dari Rumah di Cipondoh Seharga Rp 3 Miliar 

Setelah penghuni keluar rumah, puluhan orang itu mengeluarkan barang-barang berharga serta perabotan milik Rahmawati

Wartakotalive.com
Rumah Rahmawati, keluarga dari anggota Polres Metro Jakarta Barat, yang kosong dan berantakan, pasca-penghuni diusir paksa sekelompok orang. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Nasib pilu harus dialami keluarga anggota Polres Metro Jakarta Barat

Rahmawati dan delapan anggota keluarganya, termasuk bayi lma bulan, diusir paksa dari rumah megah mereka di Jalan Kampung Dongkal RT 01 RW 03 no. 23 Cipondoh, Tangerang, oleh 30 orang pada Rabu (6/10/2021) pagi.

Rahmawat mengaku, pengusiran tersebut dilakukan oleh SN dengan alasan rumah miliknya kini sudah dimiliki kliennya yang telah memenangkan lelang rumah di salah satu balai lelang swasta.

"Saat diusir, kami sama sekali tidak membawa satu pun pakaian ataupun barang-barang lainnya, yang kami bawa saat diusir hanya baju yang menempel di badan waktu pagi itu," ujar Rahmawati kepada awak media, Senin (29/11/2021) sore.

Parahnya lagi, saat diusir secara paksa, terdapat 9 orang anggota keluarga yang berada di dalam rumah tersebut, yang mana dua diantaranya ialah seorang bayi berusia lima bulan dan seorang anak berusia 9 tahun.

Karena merasa ketakutan saat diintimasi oleh puluhan orang, Rahmawati pun mengalah dan terpaksa meninggalkan rumah tanpa sempat membawa harta bendanya.

Baca juga: Kisah Istri Polisi Ketika Suaminya Harus Diamputasi Karena Kecelakaan: Sedih dan Kaget

Setelah penghuni keluar rumah, puluhan orang itu mengeluarkan barang-barang berharga serta perabotan milik Rahmawati, tanpa mengetahui dimana lokasi penyimpanan seluruh barang-barangnya itu.

Rahmawati, istri dari seorang anggota Polres Metro Jakarta Barat yang diusir paksa dari rumahnya oleh sekelompok orang, saat memberi keterangan kepada awak media, Senin (29/11/2021).
Rahmawati, istri dari seorang anggota Polres Metro Jakarta Barat yang diusir paksa dari rumahnya oleh sekelompok orang, saat memberi keterangan kepada awak media, Senin (29/11/2021). (Wartakotalive.com)

"Semua barang-barang seperti sertifikat, perhiasan, alat elektronik seperti tv, komputer, laptop semua dikeluarkan, tidak tahu dipindahkan kemana tempatnya," kata dia.

 
"Waktu ditinggal kamar dalam posisi dikunci sama kita karena perhiasan disitu, tapi mereka bisa masuk ke kamar karena merusak kunci pintu kamar," imbuhnya.

Baca juga: 5 Hari Penyelidikan, Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro Ternyata Polisi: Anggota Ditlantas Polda

Saat pengusiran, wanita berusia 51 tahun juga mengaku, sempat diancam untuk tidak melibatkan pengadilan dan pengacara dalam  duduk permasalahan tersebut. 

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved