Breaking News:

Di Tengah Peandemi Covid-19, Angka DBD di Kota Depok Meroket: 80 Pasien Sebulan

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok mencatat terjadinya peningkatan jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) pada bulan November 2021.

Dwi Putra Kesuma / Tribun Jakarta
Dirut RSUD Depok, Devi Maryori, saat dijumpai wartawan pada Rabu (1/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWANGAN - Di tengah pandemi Covid-19, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok mencatat terjadinya peningkatan jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) pada bulan November 2021.

Padahal, pada awal tahun ini jumlah pasien DBD yang ditangani RSUD Kota Depok masih bisa dihitung jari.

"Dibandingkan dengan mulai dari awal tahun 2021 yang berawal dari sangat rendah bisa dihitung denga jari kurang dari lima, makin lama sampai Juni dia makin meningkat, tapi terjadi penurunan di bulan Juli," jelas Dirut RSUD Depok, Devi Maryori, Selasa (1/12/2021).

"Lalu terjadi kenaikan pelan-pelan sampai akhirnya di bulan Oktober ke November terjadi kenaikan sekitar hampir tiga kali lipat," timpalnya.

Bila di bulan Oktober 2021 jumlah pasien DBD ada 30 orang, di bulan November jumlahnya bertambah menjadi 80 orang.

"Di bulan Oktober itu ada 30 pasien, di bulan November sampai terakhir kemarin ada sampai 80 pasien. Sebelumnya kenaikannya enggak sampai 50. Jadi dari Oktober ke  kenaikan sekitar 50 pasien," bebernya.

Namun demikian, Devi berujar seluruh pasien DBD ini dapat tertangani dengan baik.

Baca juga: Angka DBD di Kabupaten Tangerang Mulai Merangkak Naik, Warga Diminta Jaga Kebersihan

"Untuk RSUD Kota Depok alhamdulillah Insya Allah kami siap untuk menampung pasien pasien yang dirawat disini karena DBD. Untuk di lantai tujuh kita menyediakan khusus untuk DBD 42 tempat tidur, di IGD juga cukup untuk tempat tidurnya," jelasnya.

Terakhir, Devi mengimbau agar masyarakat senantiasa menjaga kebersihan lingkungannya, agar tak menjadi tempat menetasnya jentik nyamuk.

"Imbauan kepada masyarakat supaya masyarakat melakukan gerakan preventif ya 3M plus ya, mengubur barang-barang bekas, menutup tempat penampungan air, menguras tempat-tempat penampungan air dan plusnya bisa memelihara ikan, memakai kelambu, menggunakan obat anti nyamuk dan yang lainnya," pungkasnya.
 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved