Konsep Wisata Apung Kepulauan Seribu Tetap Berlanjut Meski Ganti Pemilik

Konsep wisata apung di Kepulauan Seribu tetap berlanjut meskipun ada pergantian pemilik dan jajaran direksi dari perusahaan pengembang pariwisata.

Editor: Elga H Putra
ISTIMEWA
Konsep wisata apung yang rencananya akan dibangun di Kepulauan Seribu. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Konsep wisata apung di Kepulauan Seribu tetap berlanjut meskipun ada pergantian pemilik dan jajaran direksi dari perusahaan pengembang pariwisata.

Nana Suryana yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Paramitra 1000 Wisata kini melepaskan sahamnya secara penuh.

Meski beralih kepemilikan, pembangunan dan pengembangan wisata penginapan terapung atau House Floting Boat yang berada di perairan Kepulauan Seribu tetap dilanjut.

"Kami sudah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) beberapa hari lalu, dan benar adanya bahwa 100 persen saham PT Paramitra 1000 Wisata sudah saya lepas kepada manajamen baru," kata Nana Suryana, konseptor PT Paramitra 1000, kepada wartawan, Rabu (1/12/2021).

Nana menjelaskan, saat ini perubahan akta dan perubahan direksi mulai dari Direksi dan Komisaris tengah berproses di Notaris Eny Haryanti yang ada di Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Di sisi lain, Direktur Utama baru dari PT Paramitra 1000 Wisata Rendi Setiawan menjelaskan dirinya mengakuisisi lantaran visi misi dan konsep Sosial Bisnis yang dimilikinya sangatlah prospektif.

Baca juga: Wisata Baru di Pulau Seribu, Pantai Sunrise Tawarkan Pengalaman Menikmati Indahnya Matahari Terbit

Selain itu perusahaan juga memiliki platform usaha yang sistemis serta keberpihakan pada pelaku usaha setempat dan partisipasi kepada pemerintah terkait percepatan pengembangan pariwisata di kepulauan seribu.

Dia juga telah mempelajari perusahaan yang bergerak bidang Pariwisata sejak lama.

"Kami memutuskan untuk ambil alih perusahaan tersebut dengan pertimbangan konsep dan prospek usaha yang dimiliki sangat potensial untuk berkembang dan di kembangkan secara lokal, nasional maupun internasional," jelas Rendi.

Dalam waktu dekat, Rendi akan melakukan perombakan dijajaran manajemen sehingga menghasilkan tata pengelolaan perusahaan, termasuk menata jajaran pengurusnya dalam waktu singkat.

Dia berharap, perusahaan itu berkolaborasi dengan pemerintah serta merangkul seluruh stakeholder pariwisata kepulauan seribu Jakarta secara harmonis dan terintegrasi.

"Percepatan menjadikan kepulauan seribu sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dapat segera terwujud," tutur Randy.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Pemkab Kepulauan Seribu akan membuat salah satu destinasi wisata unggulan dan menjadi Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) serta pengembangan zona pemanfaatan Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKS) laut dangkal.

Hal ini dilakukan setelah melihat geliat positif perkembangan dunia pariwisata Kepulauan Seribu.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved