Breaking News:

Kritik ke Ahok Dinilai Tak Tepat, Pernyataan Arya Sinulingga Disebut Telah Menyakiti Hati Korban

Sikap Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga yang menanggapi kritik Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinilai tidak tepat.

Editor: Wahyu Septiana
Istimewa
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga saat konferensi pers - Sikap Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga yang menanggapi kritik Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinilai tidak tepat. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sikap Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga yang menanggapi kritik pedas Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinilai tidak tepat.

Hal itu termasuk klaimnya yang telah menuntaskan kasus-kasus besar seperti mega korupsi Jiwasraya dan Asabri.

Aktivis HAM yang juga praktisi hukum Haris Azhar menilai Arya Sinulingga hanya melempar narasi yang bermain dalam kata-kata dan sebatas klaim.

Menurut Haris Azhar, tidak ada bukti yang pasti bahwa kasus-kasus seperti Jiwasraya dan Asabri telah tuntas.

"Mana dokumen terkonsolidasi yang memotret semua penyelesaian itu? Apa buktinya? Itu masih ada penundaan bayar kepada nasabah, saya pikir itu banyak komplain dari pihak ketiga (korban)," kata Haris, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, (1/12/2021).

Ahok sebelumnya menyebut banyak kontrak-kontrak yang justru merugikan BUMN, termasuk Pertamina.

Baca juga: Normalisasi Sungai di Era Anies Mandek, Gerindra: Dulu Ahok Pakai Kekerasan, Sekarang Lebih Humanis

Menanggapi itu, Arya mengatakan, Ahok sebagai Komisaris Utama tidak boleh merasa sebagai Direktur Utama.

Lalu ia menyebut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak mengikuti perkembangan BUMN.

Kemudian, Arya mengklaim pihaknya sudah menangani banyak kasus.

Sebagai bukti, ia menyebut, kasus Jiwasraya dan Asabri telah dilaporkan, sampai pelakunya di penjara seumur hidup dan belum pernah terjadi dalam sejarah.

Namun, faktanya kasus Jiwasraya ini menimbulkan sengkarut yang tak berujung.

Banyak pihak ketiga menjadi korban karena kehilangan haknya.

Baca juga: Masih Penasaran dengan Rencana Anies Gelar Formula E, Eks Staf Ahok: Interpelasi Belum Mati

Itu pun belum termasuk efek pada perusahaan-perusahaan lain yang terhubung dengan pelaku dalam kasus-kasus tersebut, yang sebenarnya tidak ada kaitannya secara hukum.

Terkait klaim kasus Jiwasraya dan Asabri itu, Haris mengatakan, Arya terlihat tidak mengerti filosofi sebenarnya dari penegakan hukum dan pernyataan tersebut melukai para korban dari pihak ketiga.

"Arya Sinulingga tidak mengerti filosofi penegakkan hukum, jadi dia cuma cari efek kekejamannya saja," pungkas Haris.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved