Breaking News:

Pejabat Disdik DKI Diperiksa Polisi 5 Jam dalam Kasus Robohnya SMAN 96

Selain proses pemeriksaan saksi dan ahli, Polres Metro Jakarta Barat juga masih menunggu hasil pemeriksaan material bangunan SMAN 96 Jakarta

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Wakasatreskrim Polres Jakarta Barat, AKP Niko Purba (kiri) berbincang dengan Kanit Krimsus Polres Jakarta Barat, AKP Fahmi Fiandri (kanan) di Mapolres Metro Jakarta Barat, Slipi, Jakbar, Senin (22/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Polres Jakarta Barat memeriksa pejabat terkait di Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk penyelidikan kasus robohnya bangunan SMAN 96 di Cengkareng, Jakarta Barat.

"Jadi, yang kami periksa itu dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta," kata Kanit Kriminal Khusus Polres Jakarta Barat, AKP Fahmi Fiandri, saat dihubungi pada Rabu (1/12/2021).

Fahmi menjelaskan pemeriksaan itu berlangsung selama lima jam, sejak pukul 11.00 WIB sampai 16.00 WIB.

Ia tidak bisa menjelaskan lebih rinci perihal informasi yang digali penyelidik dalam pemeriksaan tersebut.

"Kalau teknis kami tidak bisa sampaikan. Yang jelas kami sudah periksa dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta," katanya.

Baca juga: Taufik Gerindra Minta Kontraktor Pembangunan SMAN 96 Jakarta Masuk Blacklist

Selain proses pemeriksaan saksi dan ahli, Polres Metro Jakarta Barat juga masih menunggu hasil pemeriksaan material bangunan SMAN 96 Jakarta dari tim Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Polri.

"Kami masih tunggu, kami terus berkomunikasi dengan Puslabfor," pungkasnya.

Sebagian bangunan SMAN 96 di Jalan Jati Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, roboh, pada Rabu (17/11/2021) lalu.

Baca juga: Tersangka Kasus Tawuran PP VS FBR di Tangerang Terus Bertambah, 3 Di Antaranya Terjerat Narkoba

Gedung SMAN 96 Jakarta di Jalan Jati Raya No 40 RT 7/RW 12, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, roboh pada Rabu (17/11/2021) siang.
Gedung SMAN 96 Jakarta di Jalan Jati Raya No 40 RT 7/RW 12, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, roboh pada Rabu (17/11/2021) siang. (Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARI)

Bangunan sekolah itu masih dalam tahap rehabilitasi total yang dilakukan oleh PT Adhi Karya dan PT Penta Rekayasa sejak dua bulan lalu.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa robohnya bangunan sekolah tersebut.

Namun, robohnya gedung sekolah itu mengakibatkan empat pekerja proyek mengalami luka-luka dan patah tulang kaki.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved