Breaking News:

Produk Lokal Buatan Anggota Alsintani Mulai Ekspor Hand Sprayer ke Filipina

Acara pelepasan ekspor hand sprayer ini disaksikan langsung oleh ketua umum ALSINTANI dan pejabat perwakilan dari Kementerian.

Editor: Elga H Putra
ISTIMEWA
Produk lokal buatan perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Alat dan Mesin Pertanian Indonesia (Alsintani) ekspor hand sprayer atau alat semprot portabel ke negara tetangga. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Produk lokal buatan perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Alat dan Mesin Pertanian Indonesia (Alsintani) ekspor hand sprayer atau alat semprot portabel ke negara tetangga.

Produk tersebut merupakan buatan PT. Golden Agin Nusa yang akan diekspor ke Filipina.

Sebanyak empat kontainer berisi hand sprayer diekspor ke Filipina.

Acara pelepasan ekspor hand sprayer ini disaksikan langsung oleh ketua umum ALSINTANI dan pejabat perwakilan dari Kementerian Pertanian RI, Kementerian Perindustrian RI serta Kementerian Perdagangan RI.

Dalam sambutannya, Direktur PT. Golden Agin Nusa memastikan produk Hand Sprayer yang dihasilkannya dipastikan telah lulus uji dan memiliki sertifikat SNI sehingga terjamin mutu dan kualitasnya.

Baca juga: Lowongan Kerja BUMN PT PANN Khusus Lulusan S1, Catat Syarat dan Posisi yang Dibutuhkan

"Kami siap untuk memenuhi kebutuhan alat dan mesin pertanian khususnya hand sprayer baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri," kata dia, Rabu (1/12/2021).

Sementara itu, Ketua Umum ALSINTANI, Mindo Sianipar menegaskan bahwa pentingnya peran perusahaan dalam negeri khususnya komoditi alat dan mesin pertanian di Indonesia.

"Karena untuk sektor pertanian di Indonesia akan selalu maju dan terus berkembang," kata dia.

Baca juga: Pemprov DKI Larang ASN Cuti Hingga Berpergian Keluar Daerah Saat Libur Nataru Selama 10 Hari

Mindo mengapresiasi gebrakan PT. Golden Agin Nusa yang berhasil ekspor Hand Sprayer ke Filipina.

Ia juga menegaskan agar tak lagi bergantung pada impor barang untuk di komoditi alat dan mesin pertanian.

"Agar Produk dalam negeri dapat sejahtera dan mendorong kementerian-kementerian terkait untuk memprioritaskan produsen dalam negeri yang sudah memiliki sertifikat SNI dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved