Menengok Ruang Dewan Pengadilan di Balai Kota Batavia, Tempat Tahanan Belanda Menanti Vonis

Pada masa itu, kata Lulu orang yang terbukti melakukan tindak kejahatan akan langsung ditangkap oleh officer Belanda, dan dimasukan ke dalam penjara

TribunJakarta.com/Pebby Adhe Liana
Salah satu ruang pameran di Museum Sejarah Jakarta, Jakarta Barat, Kamis (2/12/2021), memperlihatkan meja dan kursi dewan pengadilan Batavia pada masa penjajahan Belanda. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sempit dan nyaris tak ada cahaya, begitulah suasana dari dalam penjara bawah tanah wanita yang ada di Museum Sejarah Jakarta, atau yang dikenal dengan nama Museum Fatahillah, Jakarta Barat.

Dahulu pada masa penjajahan, ruangan ini adalah tempat bagi para tahanan wanita dari Belanda menghabiskan waktu selama menunggu keputusan pengadilan.

Sementara, penjara bawah tanah bagi laki-laki, terletak di bagian bawah belakang gedung, yang kini dikenal dengan Museum Sejarah Jakarta.

Dalam sejarahnya, dulu bangunan ini merupakan bekas Balai Kota Batavia yang didirikan pada tahun 1707 di masa kepemimpinan Gubernur Jenderal Joan Van Hoorn.

Memang, pada masa itu gedung ini bukanlah Pusat Pemerintahan Kota Batavia yang pertama kali dibangun.

Baca juga: Sepenggal Kisah di Balik Ereveld Menteng Pulo, Makam Kehormatan Belanda untuk Korban Perang Dunia II

Sebelumnya, Balai Kota Batavia pertama berdiri di sekitar Sunda Kelapa dan Jembatan Kota Intan, pada tahun 1620an.

Namun bangunan ini tak bertahan lama. Sebab, sempat hancur akibat gempa bumi yang terjadi pada masa itu. 

Pemandu wisata Museum Sejarah Jakarta, Lulu Azizah bercerita bahwa kantor Balai Kota kedua sebenarnya dibangun tak jauh dari lokasi tersebut. Akan tetapi, lagi-lagi tak bertahan lama.
 

Baca juga: Wisata Kota Tua Mulai Bergeliat di Tengah Pandemi: Menziarahi Pahlawan Hingga Menengok Sumur Tertua

Dalam catatan sejarahnya, gedung ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved