2 RT di Jakut Terendam Banjir Rob, BPBD: Tinggi Genangan Capai 60 Cm

Banjir rob melanda kawasan utara Jakarta, tercatat ada dua RT di wilayah Kelurahan Ancol terendah hingga pukul 15.00 WIB.

Tayang:
Gerald Leonardo Agustino/ Tribun Jakarta
Banjir rob merendam Jalan Lodan Raya di depan gerbang masuk Pelabuhan Sunda Kelapa, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (3/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Banjir rob melanda kawasan utara Jakarta, tercatat ada dua RT di wilayah Kelurahan Ancol terendah hingga pukul 15.00 WIB.

Kepala Pusat dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Insaf mengatakan, ketinggian genangan mencapai 60 Cm.

"Ketinggian genangan rob cukup bervariasi, mulai 40 sentimeter sampai 60 sentimeter," ucapnya, Sabtu (4/12/2021).

Walau demikian, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini memastikan, tidak ada warga yang mengungsi.

"Untuk pengungsi tidak ada ya," ujarnya saat dikonfirmasi TribunJakarta.com.

Baca juga: Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol, Pintu Rumah Warga Jebol Diterjang Air Laut

Ia menyebut tim gabungan dari Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Dinas Sumber Daya Air (DSDA), Satpol PP, dan Damkar tengah berusaha mengatasi genangan.

"Kondisi genangan sedang ditangani dan ditargetkan surut dalam waktu cepat," tuturnya.

Banjir rob merendam sekitar area Masjid Nurul Jihad, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (3/12/2021).
Banjir rob merendam sekitar area Masjid Nurul Jihad, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (3/12/2021). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Dikutip dari Kompas.com, banjir rob kembali meluap di Jalan Lodan Raya, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara pada Sabtu (4/12/2021) pagi.

Banjir akibat air pasang laut ini menutupi sebagian jalan dan meluber hingga ke pemukiman warga.

Salah satu warga di RT/3 RW/8 , Wahyu (26) mengatakan, air mulai naik sekitar pukul 06.00 WIB.

Menurut Wahyu, saat ini kondisi air di wilayahnya sudah setinggi lutut orang dewasa.

Baca juga: Warga Muara Angke Berusaha Melaksanakan Salat Jumat Meski Banjir Rob Datang

"Ya banjir di rumah saya ini udah mulai tinggi kira-kira selutut orang dewasa. Air juga mulai masuk ke dalam rumah, warga di sini juga pada pindahin barang-barangnya ke atas ke tempat yang lebih tinggi," kata Wahyu kepada Kompas.com, Sabtu.

Kendaraan roda dua dan roda empat diminta putar balik karena tak dapat melintas akibat air yang sudah tinggi.

Beberapa pengendara juga nampak mendorong motornya yang mogok.

Baca juga: Akibat Air Pasang Laut, Jalan Raya depan Pelabuhan Sunda Kelapa Terendam Banjir Rob

Wahyu menyebut, setiap ada truk atau kendaraan besar yang lewat, sudah pasti air masuk ke dalam rumahnya.

Wahyu tinggal bersama enam anggota keluarga di rumah kontrakan yang jaraknya tak jauh dari Pelabuhan Sunda Kelapa.

Warga lainnya, Nurhasanah juga merasakan hal yang sama. Bahkan pintu rumah Nurhasanah jebol akibat diterjang banjir rob.

Baca juga: BMKG: Waspada Banjir Rob di Pesisir Jakut 2-9 Desember 2021. 3 Wilayah Ini Diprediksi Terdampak

"Naiknya sekitar jam setengah 8, air masuk ke rumah jam 8, air dari belakang, (pintu) jebol dari air yang di belakang," kata Nurhasanah.

Ibu dua anak itu tak sempat mengangkat barang-barang di rumahnya karena banjir dengan cepat masuk ke dalam rumah.

Menurut Nushasanah, kondisi banjir rob ini lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tahun kemarin juga banjir, cuma enggak separah begini," ujarnya.

Stasiun Meteorologi Maritim Klas I Tanjung Priok Jakarta sebelumnya memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir Jakarta Utara agar mewaspadai banjir rob.

Banjir rob akibat air pasang laut menerjang kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (21/11/2021).
Banjir rob akibat air pasang laut menerjang kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (21/11/2021). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Prakirawan BMKG Arinda Rizky mengatakan, pasang maksimum air laut diprediksi akan berlangsung selama sepekan ke depan.

"Diimbau waspada adanya fenomena pasang maksimum air laut pada tanggal 2-9 Desember 2021," kata Arinda dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Rabu (1/12/2021).

"Adapun puncak pasang maksimum di pesisir utara Jakarta terjadi pukul 8.00-12.00 WIB," sambungnya.

Menurut Arinda, wilayah yang akan terimbas banjir rob yakni di kawasan Penjaringan dan Pademangan, serta Pelabuhan Sunda Kelapa.

Baca juga: BMKG: Waspada Banjir Rob di Pesisir Jakut 2-9 Desember 2021. 3 Wilayah Ini Diprediksi Terdampak

Dia menjelaskan, banjir rob ini disebabkan adanya aktivitas pasang air laut pada fase bulan baru.

Hal itu juga akan memicu adanya fenomena alam lain seperti peningkatan curah hujan serta potensi angin kencang yang dapat memengaruhi dinamika pesisir di wilayah utara Jakarta.

"Banjir rob dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan," tuturnya.

Masyarakat pun diimbau untuk selalu waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut, serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG.

Jalan Raya depan Pelabuhan Sunda Kelapa Terendam Banjir Rob

Banjir rob air laut di perkampungan nelayan Ceng in, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang mulai surut setelah sepekan lamanya, Jumat (12/11/2021).
Banjir rob air laut di perkampungan nelayan Ceng in, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang mulai surut setelah sepekan lamanya, Jumat (12/11/2021). (ISTIMEWA)

Banjir rob merendam kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (3/12/2021).

Fenomena alam akibat air pasang laut ini sampai membuat genangan mencapai ruas Jalan Sunda Kelapa dan Jalan Lodan Raya.

Berdasarkan pantauan Jumat siang, banjir merendam ruas jalan gerbang masuk Pelabuhan Sunda Kelapa.

Air dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter membuat kendaraan yang melintas terkendala.

Apalagi, hingga siang tadi sekitar pukul 12.00 WIB, air laut masih terus-terusan mengalir sampai ke jalan raya.

Akibatnya, ruas Jalan Lodan Raya juga ikut-ikutan terendam banjir rob.

Sempat terjadi kepadatan arus lalu lintas di Jalan Lodan Raya depan gerbang masuk Sunda Kelapa dikarenakan kendaraan yang melintas berhati-hati saat menerjang banjir rob.

Bekti (59), salah seorang warga, mengatakan banjir rob mulai merendam Sunda Kelapa mulai pukul 8.00 WIB pagi tadi.

"Air naik jam 8 pagi. Tadi sempat sedengkul, ini sudah mulai surut," kata Bekti di lokasi, Jumat siang.

Menurut Bekti, banjir rob ini merupakan fenomena tahunan yang selalu dirasakan warga setempat.

Nantinya, banjir diperkirakan mulai surut pelan-pelan pada sore hari.

"Mungkin nanti sore baru surut lagi. Jam 12 air laut masih pasang, nanti setelah itu tinggal sisa banjirnya aja," ucap Bekti.

Sebelumnya, BMKG melalui Stasiun Meteorologi Maritim Klas I Tanjung Priok Jakarta mengeluarkan peringatan dini adanya banjir rob di pesisir Jakarta Utara.

Masyarakat yang tinggal di pesisir Jakarta Utara diimbau mewaspadai fenomena pasang maksimum air laut selama sepekan.

"Diimbau waspada adanya fenomena pasang maksimum air laut pada tanggal 2-9 Desember 2021," kata Prakirawan BMKG Arinda Rizky dalam surat imbauannya yang diterima pada Rabu (1/12/2021) lalu.

Arinda memaparkan, fenomena banjir rob diperkirakan terjadi di wilayah Penjaringan dan Pademangan, termasuk di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Banjir rob ini diakibatkan adanya aktivitas pasang air laut pada fase bulan baru.

Seiring dengan hal itu, diperkirakan bakal terjadi fenomena alam lainnya seperti peningkatan curah hujan serta potensi angin kencang yang dapat memengaruhi dinamika pesisir di wilayah utara Jakarta.

"Adapun puncak pasang maksimum di pesisir utara Jakarta terjadi pukul 8.00-12.00 WIB," kata Arinda.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved