Breaking News:

Pemprov DKI Jakarta Ganti 35 Bus Sekolah jadi Ramah Disabillitas

UPAS Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengganti 35 armada bus sekolah untuk melayani antar jemput siswa dengan unit baru.

TribunJakarta.com/Bima Putra
Tampak bus sekolah baru milik UPAS Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Senin (6/12/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengganti 35 armada bus sekolah untuk melayani antar jemput siswa dengan unit baru.

Kepala UPAS Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Ali Murthado mengatakan 35 armada baru tersebut menggantikan unit yang masa operasionalnya sudah habis, atau di atas delapan tahun.

"Diganti dengan yang lebih modern, lebih aman, dan juga ramah untuk penyandang disabilitas," kata Ali saat dikonfirmasi di Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (6/12/2021).

Modern karena armada bus sekolah baru sudah menggunakan teknologi terkini, seperti pintu dengan sistem peunematic (pintu bus otomatis), AC plasma cluster atau membersihkan udara.

Lalu terdapat empat camera yang membantu melihat luar dan dalam bus, WiFi, detektor suhu, hand sanitaser matic, dan ramah disabilitas baik pengguna kursi roda dan tunanetra.

Baca juga: Komisi B DPRD DKI Beri 3 Rekomendasi Buat PT Transjakarta Terkait Kecelakaan Bus, Apa Saja?

"Pada akses pintu bisa untuk digunakan pengguna kursi roda. Kemudian bagian dalam bus juga terdapat guiding block bagi tunanetra. 35 unit ini nanti akan datang secara bertahap," ujarnya.

Ali menuturkan armada baru yang sudah didatangkan kini sebanyak 10, sisanya dilakukan secara bertahap dan diharapkan dapat meningkatkan layanan antar jemput siswa di Jakarta.

Baca juga: Transjakarta di Larangan Seruduk Lahan Kosong, Sopir Kebelet Buang Air Kecil Sampai Lupa Rem Tangan

Nantinya, seluruh armada bus sekolah yang sudah habis masa operasionalnya juga akan diganti dengan unit baru guna menjamin layanan dan keselamatan saat beroperasi.

"Tentu ini akan menjadi trigger (acuan) bagi Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan peremejaan bus-bus yang memang sudah habis masa operasionalnya," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved