Breaking News:

Asosiasi Perkirakan Tingkat Kunjungan Masyarkat ke Pusat Belanja 2021 Naik 20% Dibandingkan 2020

Periode libur natal dan tahun baru berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat ke mal atau pusat belanja.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Dok. Modena
Ilustrasi Belanja 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Periode libur natal dan tahun baru berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat ke mal atau pusat belanja.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menuturkan, tren kunjungan masyarakat ke pusat belanja sepanjang 2021 diperkirakan akan bertambah hingga akhir tahun menjadi sekitar 70%. 

"Sampai dengan akhir tahun 2021 nanti, diperkirakan akan menjadikan rata-rata tingkat kunjungan pada tahun 2021 adalah sebesar kurang lebih 70% yaitu lebih tinggi dari rata-rata tingkat kunjungan pada tahun 2020 lalu yang hanya sekitar 50% saja," kata dia dikonfirmasi, Kamis (9/12/2021).

Pemerintah sebelumnya telah resmi membatalkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 se-Indonesia pada masa libur Natal dan tahun baru.

Sebagai gantinya, Pemerintah menyiapkan skema khusus untuk membatasi kegiatan masyarakat di masa libur Natal dan tahun baru.

Terkait hal ini, APPBI menyebut mendukung sepenuhnya upaya pemerintah dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.

Untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan, nantinya APPBI akan menyiapkan skema untuk membantu pemerintah dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di lingkungan pusat belanja.

Baca juga: Ini Penampakan Sumur Resapan yang Bikin Mobil Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka Terperosok

Tak hanya fokus untuk memberlakukan protokol kesehatan secara ketat, akan tetapi pengelola tempat usaha juga diminta untuk meniadakan acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Pusat Perbelanjaan mendukung sepenuhnya keputusan pemerintah untuk membatalkan pemberlakuan (PPKM) level 3 di seluruh wilayah Indonesia menjelang dan pada saat Natal serta Tahun baru. Pusat perbelanjaan, meniadakan acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan, dan menerapkan protokol wajib vaksinasi dan protokol kesehatan secara lebih disiplin dan konsisten," kata dia.

Jika melihat data sepanjang tahun 2021, ia menuturkan pusat belanja sempat mengalami anjloknya jumlah kunjungan masyarakat.

Khususnya saat pemberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat secara ketat ketika pusat-pusat belanja terpaksa harus ditutup sementara.

Kendati begitu, jumlah kenaikan kunjungan seiring membaik saat Pemerintah mulai memberikan kelonggaran.

Ia pun memperkirakan bahwa periode akhir tahun ini bisa meningkatkan kembali jumlah rata-rata kunjungan ke mal di tahun 2021 ini.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved