Breaking News:

Dinkes DKI: Angka Testing dan Tracing di Jakarta Melebihi Standar WHO

Pihak Dinkes DKI Jakarta akan menyesuaikan dengan regulasi pemerintah pusat untuk percepatan proses testing Covid-19 saat Nataru.

Dokumentasi Puskesmas Ciracas
Petugas Puskesmas Kecamatan Ciracas saat melakukan swab deteksi Covid-19 terhadap pedagang Pasar Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (11/6/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta sebut testing dan tracing guna menekan penyebaran Covid-19 tinggi.

Hal ini diungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia.

"Kalau kita testing nya tetap tinggi, tracing nya tetap tinggi. Tetapi kalau Jakarta untuk testing dan tracing tetap kita jaga kapasitasnya tinggi, melebihi standar minimal WHO," katanya, Kamis (9/12/2021).

Pihak Dinkes DKI Jakarta akan menyesuaikan dengan regulasi pemerintah pusat untuk percepatan proses testing Covid-19 saat Nataru.

"Nanti ada kebijakan terbaru tekait periode Nataru. Jadi, kami mengikuti pusat," jelasnya.

Baca juga: Curiga Istri Demam, Sekeluarga di Kabupaten Tangerang Terpapar Covid-19 Setelah Pulang dari Turki

Dilansir dari Kompas com, pemerintah telah mantap memutuskan untuk tidak menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang kini menjabat sebagai Deputi Bidang Sumber Daya Maritim Jodi Mahardi menuturkan, meski tidak menerapkan PPKM Level 3, pemerintah akan menyeimbanginya dengan melakukan tes Covid-19 dan penelusuran penyebaran virus terhadap masyarakat pada periode tersebut.

"Pemerintah tidak akan menerapkan PPKM Level 3 pada periode Natal dan Tahun Baru nanti. Namun kebijakan PPKM di masa Nataru nanti akan dibuat lebih seimbang disertai aktivitas testing dan tracing yang akan digencarkan," kata dia dalam pernyataan virtualnya, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Waspada Varian Omicron, Simak Gejala yang Dialami Jika Terinfeksi: Kelelahan Salah Satunya

Selain itu, lanjut Jodi, pemerintah juga tidak akan menerapkan PPKM Level 3 secara merata di seluruh daerah selama periode Nataru.

"Merespon perkembangan tersebut, penanganan yang cukup baik pemerintah memutuskan untuk membuat kebijakan lebih seimbang untuk tidak menyamaratakan perlakuan di semua wilayah pada momen Natal dan Tahun Baru," ucapnya.

Meski begitu, pemerintah tetap akan mempertimbangkan pengetatan. "Penerapan PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi yang berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa perlakuan pengetatan," kata Jodi.

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) sangat mendukung keputusan pemerintah yang tidak akan menerapkan PPKM Level 3 selama periode Nataru. Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menilai, jika PPKM Level 3 tetap diterapkan, bisa berdampak terhadap penerimaan negara serta pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami sangat mendukung pemerintah membatalkan PPKM Level 3 sepanjang libur akhir tahun. Seperti yang sebelumnya kami sampaikan, penerapan PPKM Level 3 di akhir tahun akan punya konsekuensi yang kurang baik terhadap produktivitas beberapa sektor yang berpotensi memperoleh penerimaan maksimal," kata Shinta kepada Kompas.com, Selasa (7/12/2021).

Batalnya penerapan PPKM Level 3 sepanjang libur Natal dan Tahun Baru dinilai menjadi momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut Shinta, konsekuensi terdampaknya aktivitas ekonomi bisa ditekan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved