Pekan Lalu Akrab Sampai Diteriaki Presiden, Sekarang Anies Malah Jadi Sosok Antagonis Buruh DKI

Hubungan antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan para buruh di Jakarta seolah sulit ditebak.

Editor: Elga H Putra
Istimewa
Anies Baswedan saat berbicara tentang UMP kepada massa buruh di depan balai Kota Jakarta, Kamis (18/11/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Hubungan antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan para buruh di Jakarta seolah sulit ditebak.

Saat pekan lalu keduanya begitu akrab sampai ngemper bareng dan diteriaki presiden, saat ini Anies justru dianggap sebagai sosok antagonis di mata para buruh DKI.

Hal itu tak lepas dari tuntutan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 mendatang dari massa buruh yang belum juga menemui titik temu.

Alhasil ratusan buruh kembali menggelar aksi demo di depan Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (8/12/2021).

Berbeda dengan demo pekan sebelumnya yang berlangsung hangat bahkan sampai mereka ngemper bareng dengan Anies, demo kali ini berakhir kecewa.

Baca juga: UMP 2022 Tak Kunjung Direvisi Anies, Buruh: TGUPP Tak Berguna, Tidak Ada Kerjanya

Sebab, orang nomor satu di DKI itu tak hadir saat audiensi terkait kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 mendatang.

Kekecewaan makin menjadi saat perwakilan buruh yang berjumlah 10 orang pun hanya diterima oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Andri Yansyah serta perwakilan dari Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

"Kami kecewa karena kami tadi berharap ketemu Gubernur, tapi hanya ditemui oleh pak Kadisnaker dan perwakilan TGUPP," ucap Ketua DPD KSPSI DKI William Yani Wea, Rabu (8/12/2021).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bergaya santai saat menemui massa buruh di depan Balai Kota DKI, Jakarta Pusat.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bergaya santai saat menemui massa buruh di depan Balai Kota DKI, Jakarta Pusat. (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Puncaknya, massa buruh makin dibuat kecewa setelah audiensi tersebut tidak menghasilkan keputusan yang diinginkan buruh.

William menyebut, para buruh menagih janji Anies saat menemui mereka pada 29 November 2021 lalu.

Saat itu, Anies menyebut akan memperjuangkan agar buruh bisa mendapatkan kenaikan UMP 2022 lebih layak dibandingkan sekarang.

Namun nyatanya, Gubernur Anies hingga saat ini belum merevisi kebijakan kenaikan UMP 2022 yang ditetapkan sebelumnya.

"Kami kecewa karena kami berharap mendapatkan jadwal deadline revisi dari surat kenaikan UMP," ujarnya.

Baca juga: Surat Anies ke Kemenakar Soal UMP Belum Ada Kejelasan, Wagub DKI: Kami Masih Menunggu

Tuding Ucapan Anies Hanya Janji Palsu

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved