Breaking News:

Prositusi Online di Hotel Alona

Vonis Cynthiara Alona Meleset Jauh, JPU Kejari Kota Tangerang Bakal Ajukan Banding

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kota Tangerang mengatakan banding atas putusan Majelis Hakim yang dijatuhkan kepada terdakwa Cynthiara Alona.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
Ega Alfreda/Tribun Jakarta
Artis Cynthiara Alona divonis hukuman 10 bulan penjara oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (8/12/2021) - Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kota Tangerang mengatakan banding atas putusan Majelis Hakim yang dijatuhkan kepada terdakwa Cynthiara Alona. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kota Tangerang mengatakan banding atas putusan Majelis Hakim yang dijatuhkan kepada terdakwa Cynthiara Alona.

Sebagaimana diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Tangerang menjatuhkan vonis hukuman 10 bulan penjara terhadap Alona.

Alona sendiri tersandung kasus prostitusi online yang melibatkan anak-anak di bawah umur di hotel miliknya kawasan Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.

Kepala Seksie Pidana Umum (Kasie Pidum) Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Dapot Dariarma mengatakan, dari penuntut umum akan melakukan upaya banding dari yang diputuskan oleh majelis hakim.

"Karena majelis hakim memutus vonis tidak sesuai, mereka menggunakan pasal KUHP, sementara JPU dengan pasal perlindungan anak," ungkap Dapot saat dihubungi, Kamis (9/12/2021).

Baca juga: Hakim Pangkas Habis Tuntutan Cynthiara Alona, kasus Prostitusi Online Hanya Divonis 10 Bulan

Hasil vonis terhadap Chyntiara Alona meleset jauh dari tuntutan JPU.

Sebab, hanya divonis 10 bulan penjara menggunakan pasal alternatif yang mengacu pada Pasal 296 KUHP tentang Perbuatan Cabul.

Artis Cynthiara Alona divonis hukuman 10 bulan penjara oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (8/12/2021).
Artis Cynthiara Alona divonis hukuman 10 bulan penjara oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (8/12/2021). (Ega Alfreda/Tribun Jakarta)

Padahal, JPU menuntut Chyntiara Alona dengan Pasal 88 juncto Pasal 76i Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan dituntut enam tahun penjara juga denda Rp 200 juta.

"Kalau kita menuntut sesuai fakta persidangan, barang bukti maupun saksi saksi, karena dari korbannya juga dari anak anak," sambung Dapot.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved