Sabam Sirait Disebut Layak Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Sabam Sirait dinilai layak menjadi Pahlawan Nasional. Sejumlah pihak mengusulkan agar Sabam Sirait mendapatkan gelar Pahlawan Nasional Indonesia.
TRIBUNJAKARTA.COM - Sabam Sirait dinilai layak menjadi Pahlawan Nasional. Oleh karena itu, sejumlah pihak mengusulkan agar Sabam Sirait mendapatkan gelar Pahlawan Nasional Indonesia.
Ketua Umum Pengusulan Sabam Sirait menjadi Pahlawan Nasional Republik Indonesia, RE Nainggolan mengakui perjuangan Sabam Sirait sangat luar biasa bagi bagi bangsa ini.
"Pengusulan (Sabam Sirait jadi Pahlawan Nasional) muncul dari semangat kita bersama," ujar RE Nainggolan, Jumat (10/12/2021).
Pengusulan nama Sabam Sirait menjadi Pahlawan Nasional diegaskan RE Nainggolan sama sekali tidak pernah berhubungan dengan keluarga.
"Ini muncul dari hati kami yang paling dalam," ujar RE Nainggolan.
Baca juga: Sabam Sirait Berpulang, Yasonna Laoly Kehilangan Teladan Berpolitik
Menurutnya, dengan konsistensi dan integritas Sabam Sirait terus berjuang bagi demokrasi di Indonesia. Sehingga Sabam layak menjadi Pahlawan Demokrasi.
"Kepada Tuhan kita persembahkan. Berdoa Sabam Sirait menjadi Pahlawan Nasional," pungkas RE Nainggolan.
Dalam Seminar Pengusulan Sabam Sirait menjadi Pahlawan Nasional Republik Indonesia di Sapadia Hotel, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Selasa (7/12/2021) lalu, Ketua Pelaksana John Eron Lumban Gaol mengatakan, Sabam merupakan tokoh yang berjuang dalam sistem politik di Indonesia.
Baca juga: Datangi Rumah Duka, Presiden Jokowi Sampaikan Ucapan Belasungkawa ke Istri Sabam Sirait
Sehingga, kata dia, Sabam Sirait layak sebagai Pahlawan Demokrasi.
"Kiprah dan perjuanganya dalam sistem politik layak diapresiasi dan disematkan sebagai Pahlawan Nasional," katanya.
Dosen Ilmu Politik FISIP USU, Warjio menyampaikan Sumatera Utara bukan merupakan tempat yang banyak melahirkan tokoh nasional.
Sabam Sirait juga diketahui salah satu tokoh nasional dari Kota Siantar. Dari Kota Siantar, selain Sabam Sirait tokoh nasional lainya adalah Adam Malik yang pernah menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia.
Perjuangan yang dilakukan Sabam Sirait di masyarakat adalah bentuk kontribusi besar yang dilakukan Sabam.
Pembentukan identitas Sabam dimulai dari keluarga membentuk karakter dalam melakukan perjuangan.
"Pribadi Sabam Sirait yang sangat integritas. Selain itu, wilayah mempengaruhi karakteristik dalam melakukan perjuangan. Sabam Sirait merupakan orator yang ulung. Dia pernah mengikuti debating club yang diselenggarakan oleh surat kabar mimbar umum media terkemuka ketika itu," katanya.
Menurutnya, kepribadian Sabam terbentuk dari apa yang dibaca. Salah satu tokoh yang memengaruhi Sabam Sirait adalah Russel.
Ini sangat mempengaruhi gaya pemikiran dan karakteristik perjuangan. Sabam punya daya pikir meledak dan realistis dalam perjuangan demokrasi di Indonesia.
Ketokohan Sabam Sirait juga diketahui atas sikapnya yang mendukung perjuangan Palestina, yang mana dia merupakan seoarang Kristen.
Sementara Dosen Ilmu Politik FISIP USU Suprayitno menjelaskan dalam konteks sejarah bagaimana Sabam Sirait lahir dan besar.
Sabam Sirait yang merupakan adalah pejuang demokrasi lahir di Tanjung Balai, walau hanya dua tahun.
"Dalam dokumen pengusulan, Kita harus berangkat sejarah temapat lahir Sabam di Tanjung Balai. Dari sini, maka kota Tanjung balai harus menjadi kota toleransi. Karena perdagangan pesisir menggambarkan bahwa Tanjung Balai adalah kota Perdagangan," katanya.
Dijelaskan Suprayitno, Siantar merupakan kota revolusioner. Tidak bisa dipungkiri Siantar merupakan kota yang membentuk karakter Sabam Sirait. Di Siantar sejak kecil, Sabam sudah menjadi teladan dengan literasinya. Kita mau meneladani sikap Sabam.
Menurut catatan, di Medan Sabam belajar banyak tentang belajar demokrasi dan politik. Periode 1950-1952, dimasa ini periode ini sangat krusial dengan guncangan politik dan penjajahan kolonial Belanda masih sangat kentara terasa. Sambam belajar pada situasi ini.
Sabam Sirait masuk pada sistem politik yang buruk dan memanfaatkan kesempatan untuk memperbaiki sistem politikke arah yang lebih baik.
Legasi Sabam berjuang melawan integritas dirinya sendiri. Walau dia mendapatkan tawaran kekuasaan. Semuanya ditolak. Ini merupakan medan perjuangan sendiri, dia tidak menggadaikan integritasnya karena kekuasaan, jelas Anto.
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon mengaku kerap kali ketemu dengan almarhum Sabam Sirait. Ia menilai Sabam banyak memberikan pemikiran-pemikiran kepada negara dan partai semasa hidupnya.
"Waktu saya ketemu, almarhum sebagai pemikir untuk kemajuan negara dan partai," ujarnya.
Bukan hanya itu saja, ia mengatakan Sabam juga seorang nasionalis tulen, tegas, jujur dan bersahaja.
"Beliau juga konsisten dalam perjuangan dan sebagai sosok menjadi tauladan bagi masyarakat Indonesia," sebutnya.
Diketahui, karier politik Sabam Sirait dimulai dari Partai Kristen Indonesia (Parkindo).
Sabam kemudian menjadi Sekretaris Jenderal Parkindo periode 1967-1973.
Saat kebijakan fusi partai politik menjadi tiga di era Orde Baru, Sabam turut membidani pembentukan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan menandatangani deklarasi pembentukan PDI pada 10 Januari 1973.
Ia sempat menjadi Sekjen PDI selama tiga periode, yakni periode 1973-1976, periode 1976-1981, dan periode 1981-1986. Ia juga turut menjadi pendiri PDI Perjuangan pada September 1998 dan menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Pusat PDIP pada 1998-2008.
Sabam menjadi anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) periode 1967-1973, anggota DPR RI periode 1973-1982, anggota DPR RI periode 1992-2009 dan anggota DPD RI periode 2019-2024.
Sabam dilantik menjadi anggota DPD RI pada 15 Januari 2018. Sabam juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA-RI) periode 1983-1993.
Sabam Sirait meninggal dunia di usia 85 tahun, Rabu (29/9/2021) pukul 22.37 WIB, di RS Siloam Karawaci, Tangerang, Banten. Sabam Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ketua-umum-pengusulan-sabam-sirait-menjadi-pahlawan-nasional-republik-indonesia.jpg)