Breaking News:

Otto Hasibuan Sampaikan Pentingnya Dunia Pendidikan Merespon Perubahan Teknologi 

Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Prof Dr Otto Hasibuan menyampaikan pesan untuk dunia pendidikan.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Ketua Umum Peradi Prof Dr Otto Hasibuan saat orasi ilmiah pada wisuda ke-XXIII STIH IBLAM, Jakarta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Prof Dr Otto Hasibuan menyampaikan pesan untuk dunia pendidikan.

Ia mengatakan, perkembangan teknologi dan pandemi Covid-19 mengubah cara belajar mengajar dari luring (offline) menjadi daring (online).

Menurutnya, perubahan ini harus menjadi perhatian serius bagi dosen dan mahasiswa agar tujuan pendidikan tetap tercapai.

"Perlu digarisbawahi bahwa tujuan dari pendidikan ada dua, yaitu tujuan individual dan tujuan sosial," kata Otto Hasibuan saat orsi ilmiah pada wisuda ke-XXIII STIH IBLAM dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/12/2021).

Otto mengatakan, saat ini dosen tidak hanya dituntut untuk mampu beradaptasi dalam penguasaan teknologi.

Baca juga: Ikuti Hati Nurani dan Bela Rakyat Kecil, Pesan Peradi ke Para Calon Advokat

Di sisi lain, lanjut dia, dosen juga harus memiliki pedagogi yang mumpuni.

"Agar tujuan pendidikan tetap dapat dicapai secara maksimal melalui metode pendidikan dengan sistem digital," ujar dia.

Ketua Umum Peradi Otto Hasibuan dalam webinar
Ketua Umum Peradi Otto Hasibuan dalam webinar "Single Bar System, Solusi Organisasi AdvokatIndonesia, Suatu Telaah Yuridis Akademis" pada Kamis (22/7/2021). (Istimewa/tangkapan layar)

Ia menuturkan, di era inflasi data informasi seperti saat ini, ilmu pengetahuan menjadi semakin berkurang akurasinya.

Sebab, menurut Otto, siapa pun dan di mana pun dapat membagikan informasi secara mudah dan tidak bertanggung jawa

"Jadi sekarang ini diperlukan adalah para dosen itu mempunyai kemampuan menginstal menanamkan pola pikir paradigma energi kepada para mahasiswa.

Dosen harus bisa mengimplementasikan semua knowledge kepada para mahasiswa melalui energi yang dimilikinya dengan kemampuan yang dimilikinya," kata Otto.

Untuk itu, sambung Otto, dirinya selalu menyampaikan kepada para mahasiswa khususnya S2, tidak bicara apa yang ada di dalam buku.

Baca juga: Kepemimpinan Kolektif Sebagai Solusi Penyatuan Peradi

Akan tetapi bicara tentang pola pikir yang harus ditanamkan dirubah dikembangkan dengan baik oleh seorang mahasiswa.

"Jadi harus bisa mentransfer paradigma."

"Bahwa anda setelah lulus harus menjadi seorang ahli hukum yang bisa membawa di dalam diri anda ada perjuangan saudara untuk menegakkan sebuah keadilan," pungkasnya.  (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved