Evakuasi Pekerja Bangunan Tewas Terperosok Septic Tank Terkendala, 6 Jam Belum Berhasil Diangkat

Reruntuhan puing tersebut jatuh bersamaan saat korban membobok bagian rumah ke dalam lubang septik tank dengan kedalaman sekitar 10 meter dan diameter

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Istimewa
Personel Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur saat proses evakuasi jenazah pekerja bangunan korban terperosok septic tank di rumah warga Kampung Rawa Badung RT 07/RW 13, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Minggu (12/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Setelah enam jam, proses evakuasi Rian (20), pekerja bangunan yang tewas akibat terperosok ke septic tank di satu rumah warga di Jalan Kampung Rawa Badung, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur masih berlangsung.

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan proses evakuasi terkendala karena banyaknya runtuhan puing yang menutupi korban.

"Kita mulai evakuasi dari pukul 09.45 WIB, sampai pukul 16.00 WIB ini evakuasi masih berlangsung. Kita terkendala reruntuhan puing yang jatuh menimpa korban," kata Gatot di Jakarta Timur, Minggu (12/12/2021).

Reruntuhan puing tersebut jatuh bersamaan saat korban membobok bagian rumah ke dalam lubang septic tank dengan kedalaman sekitar 10 meter dan diameter sekitar 1,5 meter.

Personel yang turun ke lubang untuk mengevakuasi pun harus menggunakan tabung breathing apparatus guna membantu pernapasan dan menghindari menghirup gas berbahaya.

"Puingnya itu besar-besar, ini yang menyulitkan untuk proses evakuasi korban. Kita harus mengangkat satu per satu puing dari lubang, diangkat menggunakan alat tracker," ujarnya.

Puing terakhir dengan ukuran paling besar berdiameter sekitar satu meter baru berhasil diangkat personel Damkar Jakarta Timur dari lubang septic tank sekira pukul 16.05 WIB.

Baca juga: Napi Kasus Narkoba Kabur dari Lapas Tangerang

Gatot menuturkan dalam proses evakuasi jenazah ini pihaknya bekerja sama dengan jajaran Polsek Cakung, Polrestro Jakarta Timur yang menangani kasus kecelakaan menewaskan Rian.

"Untuk anggota yang bertugas masuk ke lubang juga bergantian, agar tidak justru membahayakan anggota. Karena tabung alat bantu bernapas yang digunakan itu juga hanya bisa bertahan sekitar 15 menit," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved