Dinding Lapas Kelas IIA Bekasi Dilengkapi Sensor Inframerah, Sistem Keamanan Baru Cegah Napi Kabur 

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA memasang sistem keamanan baru, hal ini berguna untuk mencegah potensi narapidana (napi) kabur. 

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Narapidana Lapas Kelas IIA Bekasi saat simulasi penerapan sistem keamaman berupa Panic Button dan inframerah, Selasa (14/12/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA memasang sistem keamanan baru, hal ini berguna untuk mencegah potensi narapidana (napi) kabur

Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi Hensah mengatakan, sistem keamanan baru ini menerapkan sensor inframerah yang di pasang di dinding bangunan.

"Kita memasang tambahan peralatan keamanan baru menggunakan infrared. Dipasang di titik-titik dianggap rawan ataupun di tembok luar," kata Hensah, Selasa (14/12/2021). 

Dia menjelaskan, sistem keamanan inframerah ini dapat mendeteksi pergerakan manusia jika ada yang melintasi pagar atau titik rawan akses keluar. 

"Fungsinya mendeteksi pergerakan dari pada manusia, ini jangan sampai kejadian-kejadian pelarian. Jangan sampai narapidana kabur melalui tempat-tempat tersebut," jelasnya.

Baca juga: Warga Bekasi Ngeyel Tetap Mudik Saat Libur Nataru, Wali Kota: Hak Dia, Tapi Harus Tanggung Jawab!

Jika terjadi pergerakan yang menyentuh inframerah, sirine di pos penjagaan akan langsung berbunyi sehingga petugas akan cepat mengantisipasi tahanan kabur

"Yang jelas, itu tujuan utama kita. Jadi sensor itu mendeteksi untuk pergerakan," ucapnya.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cikarang di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Istimewa/Foto Pradita Kurniawan Syah)

Pihkanya juga melakukan pengawasan rutin di tiap dinding lapas, hal ini bertujuan mengantisipasi adanya tahanan kabur dengan cara jebol tembok. 

"Jadi kalau untuk mengantisipasi seperti itu, kita melakukan kontrol rutin juga. Selain dibantu dengan alat-alat ini, kontrol manual juga harus dan wajib dilakukan," tegasnya. 

Selain pemasangan alat keamanan baru, Lapas Kelas IIA Bekasi juga melengkapi fasilitas berupa panic button. 

Panic Button merupakan sistem keamanan untuk mengantisipasi bencana semisal kebakaran atau bencana alam.

Baca juga: Kriminalitas 2021 Paling Heboh di Bekasi: Ustaz Viral Gandakan Uang Hingga Kurir Ojol Dimutilasi

"Tadi kita simulasi bencana alam baik itu kebakaran, gempa bumi ataupun kebanjiran menggunakan sistem aplikasi Panik Batton," ucapnya. 

Sistem keamanan Panic Button bekerja dengan cara membunyikan sirine tanda bahaya, warga binaan akan diarahkan ke tempat aman titik evakuasi. 

"Aplikasi ini merupakan terobosan dari kita, bisa menghubungkan ke instansi terdekat seperti kepolisian, TNI maupun Pemadam Kebakaran," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved