Usai Viral Dituding Mahal hingga Sepi Pembeli, Kini Mbah Harsi Senyum Lagi: Dagangannya Laris Manis

Usai viral karena dagangannya dituding mahal hingga berujung pada sepinya pembeli, kini Mbah Harsi bisa tersenyum lagi.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
tribun solo
Usai viral karena dagangannya dituding mahal hingga berujung pada sepinya pembeli, kini Mbah Harsi bisa tersenyum lagi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKOHARJO - Usai viral karena dagangannya dituding mahal hingga berujung pada sepinya pembeli, kini Mbah Harsi bisa tersenyum lagi.

Hal itu lantaran warung tengkleng milik Mbah Harsi sudah kembali ramai pembeli.

Bahkan, dagangannya saat ini jauh lebih laris manis ketimbang sebelum viral.

Diketahui, belum lama ini warung tengkleng Mbah Harsi di Sukoharjo, Jawa Tengah ramai diperbincangkan karena dianggap menjual tengkleng dengan harga terlalu mahal.

Setelah viral, warung yang berada di Jalan Kunir V, Solo Baru, Kecamatan Grogol, Sukoharjo itu saat ini justru ramai pembeli.

Baca juga: Dituding Netizen Dagangannya Mahal, Mbah Harsi Penjual Tengkleng: Kalau Minta Komplit ya Segitu

Mbah Harsi mengatakan, warungnya sempat nyaris tak dikunjungi pembeli selama 3 hari.

"Awalnya setelah masalah itu, sepi sekitar 3 hari," kata Mbah Harsi, Minggu (12/12/2021).

"Saya bertanya-tanya kenapa sepi, dan saya berdoa supaya ramai lagi," imbuhnya.

Ratusan netizen memberikan review jelek di Google terkait Warung Tengkleng Bu Harsi, di Jalan Kunir V, Solobaru, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.
Ratusan netizen memberikan review jelek di Google terkait Warung Tengkleng Bu Harsi, di Jalan Kunir V, Solobaru, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. (TribunSolo)

Tapi, saat ini, dagangan Mbok Harsi hampir selalu ludes terjual.

Sebelum pukul 15.00 WIB, dagangannya sudah habis terjual.

Biasanya, Harsi menyiapkan 2 kilogram daging sapi.

Kemudian untuk daging kambing dia menyaiapkan 2 kilogram balungan, dan 3 kepala.

"Sudah 4 hari terakhir ini ramai lagi. Dua hari ini habis terus dagangan saya," ujarnya.

"Kalau ramai, saya tambahi lagi dagangannya. Tapi cari daging kambingnya baru agak susah," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved