Lawan Covid19

Angka Kematian Nasional Naik 14 Persen, Juru Bicara Kementerian Kesehatan: Harus Lebih Waspada

Update terbaru pandemi Covid-19 di Indonesia, angka kematian nasional meningkat sebesar 14 persen.

Editor: Wahyu Septiana
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. Update terbaru pandemi Covid-19 di Indonesia, angka kematian nasional meningkat sebesar 14 persen. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Update terbaru pandemi Covid-19 di Indonesia, angka kematian nasional meningkat sebesar 14 persen.

Hal itu diutarakan langsung oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi.

Saat ini kata Nadia, di tingkat global masih dalam situasi gelombang ketiga dan keempat.

Namun, beberapa negara sudah mulai menunjukkan penurunan kasus baru mingguan.

"Kita ketahui berdasarkan laporan WHO terjadi penurunan kasus mingguan sebanyak 5 persen. Dan kematian turun sebanyak 10 persen," ungkapnya pada kanal YouTube Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) -KPCPEN, Rabu (15/12/2021).

Sehingga sampai saat ini tercata total lebih dari 268 juta kasus Covid-19 dengan 5,2 juta kematian.

Baca juga: Kemenkes Temukan Kasus Covid-19 Varian Omicron, Seorang Petugas Kebersihan di Wisma Atlet

Saat ini Afrika mengalami peningkatan sangat tajam. 

Yaitu sebesar 111 persen dan mungkin berkaitan dengan kemunculan varian Omicron di sana.

Ilustrasi Virus Corona
Ilustrasi Virus Corona (Freepik via Tribunnews.com)

Adapun negara yang melaporkan kasus tertinggi adalah Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Perancis dan Rusia.

Untuk cakupan vaksinasi, ini juga masih bervariasi.

Terutama untuk negara Afrika terhitung masih rendah dbandingkan negara lainnya.

Nadia pun menyampaikan situasi di Indonesia terjadi penurunan kasus baru mingguan sebesar 17 persen.

Baca juga: Satgas Covid-19 Depok Minta Kemenkes Benahi Data Kasus: Tidak Tertulis Kelurahannya

"Walau terjadi peningkatan kematian 14 persen dibandingkan minggu sebelumnya."

"Artinya kita harus lebih waspada untuk melakukan deteksi lebih dini," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved