Kesenjangan di Dunia Pendidikan, DPRD DKI Tampung Aspirasi Guru Honorer: Belum Ada Kenaikan Gaji

Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani menilai adanya kesenjangan di dunia pendidikan saat ini. Pihaknya dapat keluh kesah terkait kesenjangan gaji.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH
Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani menilai adanya kesenjangan di dunia pendidikan saat ini. Pihaknya dapat keluh kesah terkait kesenjangan gaji. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani menilai adanya kesenjangan di dunia pendidikan saat ini.

Hal ini diungkapkannya kala rapat Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD DKI dengan agenda mendengarkan aspirasi dari para guru honorer, menyusul dana hibah untuk guru honorer di sekolah swasta dan pendidikan anak usia dini (PAUD) diputuskan naik 10 persen pada 2022 dalam kesepakatan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI Jakarta 2022.

"Tadi yang kita bahas adalah kita menerima keluh kesah aspirasi dari guru ya baik mayoritas guru swasta PGRI, IGTKI yang isinya bahwa kesenjangan di dunia pendidikan itu nyata sekali. Contoh tadi misalnya guru ngaji itu gajinya ada yang Rp300 ribu bahkan ada yang Rp100 ribu, kalah sama yang tukang nyapu di jalan. Itu kan sense of justice nya keadilannya kan terkikiskan," jelasnya di Gedung DPRD DKI, Senin (20/12/2021).

Sehingga keluh kesah yang terima pihaknya adalah perihal kesenjangan gaji yang ada.

Di mana para guru honorer meminta adanya kenaikan gaji yang lebih besar dan besarannya bisa di atas Rp 1 juta.

Baca juga: Oknum Guru Ngaji Nodai Murid, Komnas PA Nilai Depok Sudah Zona Merah Kasus Kejahatan Seksual

Mereka meminta aspirasi ini tak hanya ditampung oleh Dewan Kebon Sirih, namun dapat terealisasi di tahun-tahun berikutnya.

"Nah kita mau pastikan pada pendidikan itu aspirasi dari organisasi-organisasi ini masuk di dalamnya, termasuk untuk kenaikan juga. Tahun ini belum (kenaikan), tahun depan (sudah ada kenaikan). Tadinya Rp500 ribu,  jadi Rp550 ribu dan (menyasar) semua dari sekolah formil dari jenjang SMA, SMP, SD, TK, Paud semua dapat," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved