Bappenas Dukung Kebijakan Gubernur Anies Naikkan UMP DKI 5,1 Persen

Anies Baswedan mendapatkan dukungan dari Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa terkait kebijakan menaikkan UMP DKI tahun 2022 sebesar 5,1 %.

Editor: Wahyu Septiana
Nur Indah Farrah Audina / Tribun Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan acungan jempol - Anies Baswedan mendapatkan dukungan dari Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa terkait kebijakan menaikkan UMP DKI tahun 2022 sebesar 5,1 %. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapatkan dukungan dari Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa terkait kebijakan menaikkan UMP DKI pada tahun 2022 sebesar 5,1 persen.

"Itu artinya memberikan bantalan pertumbuhan consumption setidak-tidaknya 5,2 persen. Jadi kalau 56 persen saja dari GDP kita itu adalah consumption kenaikan itu saja 2,3 persen sudah ada di tangan. Apalagi PPN akan naik 1 persen, ini saya kira perlu dipikirkan," kata Suharso dalam keterangannya, Rabu, (22/12/2021).

Suharso menekankan, dengan besaran kenaikan UMP itu dapat mendorong konsumsi masyarakat hingga sebesar Rp180 triliun per tahun.

Pada akhirnya yang diuntungkan juga adalah pengusaha juga.

Suharso juga meyakini, dengan besaran kenaikan UMP tahunan tersebut akan memberikan bantalan pertumbuhan konsumsi minimal 5,2 persen.

Surhaso menekankan, jika konsumsi merupakan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca juga: Survei Terbaru Calon Gubernur DKI Jakarta: Risma Ungguli Anies, Ariza Berusaha Mengejar

"Kami di Bappenas menghitung kalau naiknya saja rata-rata bisa 5 persen itu akan memompa disposal pengeluaran dari menambah konsumsi itu kira-kira sama dengan Rp180 triliun per tahun," jelas Suharso.

Suharso mengungkapkan, jika kenaikan UMP sendiri tidak mungkin hanya sebesar 1 persen.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan temui massa buruh di depan Balai Kota DKI, Senin (29/11/2021)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan  di depan Balai Kota DKI, Senin (29/11/2021) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Surhaso mendapatkan pandangan itu setelah berdiskusi dengan salah satu pengusaha ternama.

"Saya sangat respect dengan beliau, beliau mengatakan kepada saya enggak mungkin Pak Harso kenaikan UMR itu, UMP itu cuma 1 persen, enggak mungkin, rumusnya itu memang seperti itu berdasarkan PP dan sebagainya, tapi itu memang enggak mungkin," beber Suharso.

Dengan demikian, Suharso mengaku yakin kenaikan UMP sebesar 5,1 persen itu akan berdampak baik kepada pengusaha-pengusaha.

"Saya menaruh harapan perbankan bisa melakukan dakwah pembangunan seperti ini kepada pengusaha bahwa ini perlu karena ini resiprokal, akan membalik kok. Akhirnya produk-produk itu akan bertambah, akan menggerakkan demand," tandas Suharso.

Baca juga: Catatan Kritis PDIP untuk Gubernur Anies: Dari Masalah Banjir hingga Polemik Formula E

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sendiri menyatakan, jika alasan Pemprov DKI Jakarta untuk menaikan UMP DKI pada tahun 2022 lantaran rasa keadilan.

"Situasinya membuat kita di daerah harus memiliih, mana yang lebih penting: administrative atau keadilan,” kata Anies.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved