Success Story

Kisah Pak Ginda Jadi Agen BRILink, Kuliahkan Tiga Anaknya hingga Bantu Pelaut Kirim Uang ke Keluarga

Banyak sekali manfaat yang dirasakan oleh Ginda pemilik warung kelontong di Jalan Abdul Wahab, sejak ia memutuskan menjadi agen BRIlink

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muji Lestari
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Pak Ginda bersama istrinya berfoto di depan warung kelontong miliknya jalan Abdul Wahab, Sawangan, Kota Depok, Rabu (22/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma 

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWANGAN – Banyak sekali manfaat yang dirasakan oleh Ginda pemilik warung kelontong di Jalan Abdul Wahab, Sawangan, Kota Depok, sejak dirinya memutuskan untuk bergabung menjadi agen BRILink pada tahun 2016 silam.

Bahkan bisa dibilang, dirinya merupakan agen BRILink pertama di Kecamatan Sawangan setelah pindah dari kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Lima tahun lebih menjadi agen BRILink, Ginda mengatakan dirinya bisa menyekolahkan ketiga anaknya hingga ke jenjang pendidikan tertinggi (universitas).

Baca juga: Bisa Dapat Penghasilan Hingga Rp 8 Juta per Bulan, Ruth: Jadi Agen BRILink Bisnis Menjanjikan

“Kalau manfaat banyak sih mas, alhamdulillah anak tiga perempuan lancar semua sekolahnya sampai kuliah,” kata Ginda di warung kelontongnya yang bernama Toko Amanda, Rabu (22/12/2021).

Terkini, Ginda mengatakan dirinya bisa melayani hingga ratusan transaksi BRILink, dengan omset ratusan juta rupiah.

“Bisa ratusan transaksi, misal orang bayar listrik aja bisa sampai 100 orang lebih perharinya,” katanya.

Baca juga: Cerita Susilawati Jadi Agen BRILink Pulang Naik Haji: Modal Rp 10 Juta, Kini Usaha Berkembang

“Kemarin malam itu Rp 400 juta yang disetor,” timpalnya.

Awal menjadi agen BRILink, Ginda menuturkan banyak pelanggannya yang berprofesi sebagai pelaut.

Para pelaut ini sangat terbantu dengan dirinya yang menjadi agen BRILink untuk mengirimkan uang kepada keluarganya di kampung halaman.

“Malah pas awal buka di Tanah Abang itu banyak pelaut yang mau kirim uang, pasti minta tolong ke saya,” ungkapnya.

Ginda mengatakan, awal dirinya menjadi agen BRILink juga melalui proses seleksi yang ketat, hingga memakan waktu tiga bulan lamanya.

“Ketat mas dulu seleksinya sampai tiga bulan. Jadi saya ngajuin jadi agen, kemudian ditinjau dulu toko saya seperti apa, terus progresnya,” ungkapnya.

Baca juga: Baru 5 Bulan Jadi Agen BRILink, Masyita Senang Transaksi di Warungnya Lebih Rp 20 Juta per Bulan

Sementara itu, salah seorang anak Ginda, Vivi, mengatakan dirinya bisa membeli barang yang diinginkan semenjak orang tuanya bergabung menjadi agen BRILink.

“Alhamdulillah sih mas semenjak gabung, misal mau beli apa itu bisa kebeli,” katanya.

Namun demikian, Vivi mengatakan saat ini sudah banyak agen BRILink di sekitar lokasi usaha keluarganya.

“Iya sekarang kan banyak ya, di Jalan Abdul Wahab saja ada berapa ini agen. Maksudnya kalau bisa sih ada peraturan soal jaraknya gitu. Misal dijarakin dari agen ke agen itu satu kilometer,” sarannya.

“Kemudian kan kalau dulu susah jadi agen BRILink harus punya usaha dulu, tapi kalau sekarang mah gampang banget kan bisa langsung buka,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved