Breaking News:

Balita Korban Atap Rumah Runtuh di Makasar Meninggal, Sang Adik Bayi Selamat

Satu dari dua anak korban atap rumah runtuh di Gang Achmad, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur pada Kamis (23/12/2021) sekira pukul 17.30 WIB meninggal.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Bima Putra / Tribun Jakarta
Tampak ruang transit jenazah RS Polri Kramat Jati saat pihak keluarga hendak mengambil jenazah MR (3) untuk dimakamkan, Jakarta Timur, Kamis (23/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Satu dari dua anak korban atap rumah runtuh di Gang Achmad, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur pada Kamis (23/12/2021) sekira pukul 17.30 WIB meninggal.

Kanit Reskrim Polsek Makasar Iptu Mochamad Zen mengatakan korban jiwa merupakan anak laki-laki berinisial MR (3) yang meninggal akibat luka tertimpa puing bangunan rumah.

"Dua anak yang menjadi korban ini kakak beradik. Adiknya selamat walaupun terluka, sementara kakaknya meninggal dunia. Kita turut berduka," kata Zen di Jakarta Timur, Kamis (23/12/2021) malam.

Saat kejadian MR dan adiknya, MM (delapan bulan), bersama sang nenek, SH (63) berada di dalam rumah mereka yang sedang dalam proses pembangunan lantai tingkat dua.

Berdasar penyelidikan Unit Reskrim Polsek Makasar penyebab runtuhnya atap karena fondasi bangunan tidak menggunakan konstruksi cakar ayam, sehingga tidak kuat menopang beban.

"Ketika kejadian itu neneknya mendengar suara keras, dan setelah dilihat bangunan lantai dua yang sedang direnovasi runtuh lalu keluar meminta pertolongan warga sekitar," ujarnya.

Zen menuturkan setelah berhasil dievakuasi dari reruntuhan puing kedua korban sempat dibawa ke Puskesmas dekat lokasi kejadian guna mendapat penanganan medis.

Baca juga: Polisi Cueki Laporan dan Suruh Tangkap Sendiri, Pelaku Pencabulan Anak di Bekasi Nyaris Kabur 

Nahas setibanya di Puskesmas nyawa MR sudah tidak tertolong, penyelidik Unit Reskrim Polsek Makasar lalu membawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Adiknya juga dibawa ke RS Polri, ditangani di ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat). Adiknya mengalami luka di bagian kepala, tapi selamat. Untuk jenazah kakaknya dibawa ke ruang jenazah," tuturnya.

Zen mengatakan pihaknya sudah menawarkan agar jenazah MR diautopsi guna memastikan sebab kematian, tapi pihak orangtua korban menolak karena pertimbangan pribadi.

Kedua orangtua korban menerima kasus yang menimpa anaknya sebagai musibah, sehingga tidak menuntut siapa pun atas kejadian dan tidak ingin dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga: Mensos Tri Rismaharini Diam saat Ditanya Adanya Syuting Sinetron di Tengah Pengungsi Erupsi Semeru

"Orangtua korban tidak menuntut secara hukum dan sudah membuat surat pernyataan. Kita tetap mendampingi proses pengambilan jenazah dari RS Polri Kramat Jati," lanjut Zen.

Pantauan pada Kamis (24/12/2021) sekira pukul 20.21 WIB, sejumlah anggota keluarga MR tampak berduka saat mendatangi ruang transit jenazah RS Polri Kramat Jati

Sementara Zen dan sejumlah anggota Unit Reskrim Polsek Makasar mendampingi proses pengurusan administrasi pengambilan jenazah MR agar segera bisa dimakamkan.

"Jenazah rencananya dimakamkan di Condet (Kramat Jati). Malam ini langsung dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan. Dari sini (RS Polri) dibawa menggunakan mobil jenazah," sambung Zen.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved