Kapolri Sidak Bandara Soekarno-Hatta Pada H-1 Natal, Pastikan Hukuman Berat Bagi Pelanggar Karantina

Kapolri Listyo Sigit Prabowo, mengecek langsung area kedatangan internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (24/12/2021).

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
H-1 Natal 2021, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, mengecek langsung area kedatangan internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - H-1 Natal 2021, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, mengecek langsung area kedatangan internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (24/12/2021).

Maksud kedatagan untuk memastikan segala prosedur penyambutan penumpang internasional berlaku sesuai aturan.

Bukan hanya Kapolri, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, juga ikut mengecek langsung.

Kapolri mengaku, setidaknya menemukan ada 14 alur yang harus dilalui penumpang kedatangan internasional. 

Mulai dari turun dari pesawat, hingga diarahkan langsung ke bus untuk ke hotel atau wisma untuk karantina.

Baca juga: Pergerakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Naik 60 Persen Dibanding Natal 2020

"Secara umum kita melihat ada 14 tahapan yang harus dilalui. Mulai dari masuk, kemudian dilaksanakan pemeriksaan awal sampai dengan tahap terakhir, diarahkan menuju hotel, wisma ataupun yang mendapatkan fasilitas karantina mandiri," ucap Sigit.

Melihat berbagai tahapan tersebut, Sgit pun sempat memberikan masukan dan evaluasi.

H-1 Natal 2021, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, mengecek langsung area kedatangan internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta,
H-1 Natal 2021, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, mengecek langsung area kedatangan internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Juga menyampaikan terkait komplain yang kemudian viral di berbagai media sosial.

"Kami memberikan berbagai evaluasi, terkait komplain-komplain, viral dari masyarakat terkait proses yang ada, menjadi evaluasi ke depannya agar lebih baik," kata Sigit.

Kapolri pun mengingatkan, agar masyarakat siapapun itu, harus menjalani karantina sesuai dengan aturan yang berlaku, yakni selama 10 hari.

Jangan sampai tidak tuntas menjalani karantina lalu terkonfirmasi Covid-19 dan malah menyebarkannya ke lain.

Baca juga: Puncak Arus Natal 2021 di Bandara Soekarno-Hatta Hari Ini, Penumpang Diprediksi Sampai 85 Ribu

"Aturan karantin 10 hari, jadi masyarakat, PPI yang tengah melaksanakan karantin, tetap berada di tempat. Ini menjadi sangat penting karena beberapa waktu lalu kita mendapati ada yang baru 2 hari, 3 hari sudah kembali, ini sama-sama kita tahu berbahaya," tegas Kapolri.

Sigit memastikan, bila segala bentuk pelanggaran karantina harus ditindak tegas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved