Korban Pohon Tumbang di Kota Tangerang Bisa Dapat Santunan Rp 50 Juta, Begini Syaratnya

Jika ada warga mengalami kerugian sebagai dampak pohon tumbang di Kota Tangerang, maka warga tersebut dapat mengajukan klaim santunan ke Disbudpar.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Acos aka Abdul Qodir
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang di Kota Tangerang, Kamis (23/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Pertamanan (Disbudpar) Kota Tangerang menyiapkan program santunan bagi mereka yang terdampak angin kencang, seperti mobilnya tertimpa pohon.

Sebab, cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini membuat beberapa pohon yang ada di Kota Tangerang tumbang.

Di antaranya menimpa benda bergerak dan tak bergerak atau bahkan orang yang ada didekatnya.

Hendri Pratama Syahputra, Kepala Bidang Pertamanan Kota Tangerang mengatakan, program santunan ini merupakan program klaim bagi masyarakat yang terdampak akibat pohon tumbang, dari Disbudpar.

Baca juga: Sedang Makan di Warteg, 3 Orang jadi Korban Pohon Tumbang di Kota Tangerang

Baca juga: Gapura Ikon Wisata Kuliner Pasar Lama Tangerang Roboh Terhempas Angin Kencang

Jumlah nominal santunan yang diberikan rentang Rp 25 juga sampai Rp 50 juta.

"Jika saat pohon tumbang ada korban jiwa akan diberikan santunan uang maksimal Rp 50 juta. Kalau cacat total ataupun sebagian atau yang butuh pengobatan, diberi santunan maksimal Rp 25 juta," ujar Hendri, Jumat (24/12/2021).

"Sedangkan untuk kerusakan benda atau barang bergerak dan tak bergerak santunan diberikan maksimal Rp 25 juta," sambungnya.

Baca juga: Maksud Hati Pindahkan Mobil karena Khawatir Pohon Tumbang di RS Pelni, Malah Tertimpa hingga Ringsek

Jika ada warga mengalami kerugian sebagai dampak pohon tumbang di Kota Tangerang, maka warga tersebut dapat mengajukan klaim santunan ke Disbudpar.

Syaratnya yakni, menyiapkan keterangan kejadian dari kepolisian, surat keterangan dari kelurahan dan kecamatan tempat kejadian, beberapa foto kejadian, identitas pemilik dan identitas kendaraan.

Selain datang langsung ke kantor Disbudpar, masyarakat juga bisa mengajukan klaim melalui apliaksi LAKSA dengan isi beberapa data dan identitas yang diperlukan.

Kemudian bisa langsung print out suratnya dan kirim ke kami (Disbudpar) untuk dilakukan penandatanganan.

"Namun, jika kendaraan saat tertimpa tidak dibawa oleh pemilik yang tertera di BPKB ataupun STNK, maka diperlukan surat kuasa saat klaim. Dan saat pencairan pun akan dilakukan assessment kembali oleh pihak asuransi dalam hal ini Asuransi Bumiputera Muda," lanjutnya.

Baca juga: Warga Depok Meninggal saat Salat Jumat Diduga Terkena Serangan Jantung

Setelah melakukan proses administrasi, pencairan klaim yang dilakukan memerlukan waktu sekira dua sampai delapan pekan.

Hal ini disesuaikan dengan data yang dikirimkan masyarakat.

"Sepengalaman kami, ada yang hanya dua minggu ada juga yang sampai dua bulan karena terkendala administrasi yang kurang lengkap," aku Hendri.

Sebagai informasi, hingga saat ini Disbudpar Kota Tangerang telah mengasuransikan sebanyak 32.793 pohon dan ruang terbuka hijau. 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved