Cerita Kriminal

Tak Peduli Pelaku TNI, Jeritan Ayah Korban Tabrakan Nagreg ke Jokowi Minta Hukum Setimpal: Ini Nyawa

Hukuman setimpal mutlak dijeratkan kepada oknum anggota TNI yang telah mencelakai anaknya sampai meninggal dunia.

TribunJabar
Entes Hidayatullah, ayahanda Handi, korban tabrak lari di Nagreg saat diwawancarai di kediamannya di Kampung Cijolang, Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Minggu (19/12/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM, GARUT - Jeritan Entes Hidayatullah mencari keadilan sudah tak terbendung. Ia adalah ayah dari Handi Saputra (17) yang bersama Salsabila (14) menjadi korban tabrak lari di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Entes sampai meminta langsung Presiden Jokowi untuk turun tangan.

Hukuman setimpal mutlak dijeratkan kepada oknum anggota TNI yang telah mencelakai anaknya sampai meninggal dunia.

Kata dia, meskipun pelaku termasuk seorang oknum aparat, dirinya berharap proses hukum terhadap pelaku bisa berlaku dengan adil.

"Harapannya dari keluarga biar pun pelaku adalah oknum aparat, keluarga meminta pelaku dihukum seadil-adilnya," ujarnya saat dihubungi Tribunjabar.id.

Baca juga: Di Hadapan Jenderal Dudung, Orangtua Korban Tabrak Lari Nagreg Tak Banyak Bicara: Saya Enggak Kuat

Entes mengungkapkan musibah yang dialami keluarganya tersebut bukan termasuk masalah kecil.

Ia bahkan sampai meminta Presiden Jokowi untuk ikut memperhatikan proses hukum terhadap pelaku yang sudah membuang anaknya dalam keadaan hidup.

"Mohon kepada Pak Jokowi, bukan masalah kecil, ini menyangkut nyawa manusia, anak saya masih hidup malah dibuang," ucapnya.

Entes Hidayatullah, ayahanda Handi, korban tabrak lari di Nagreg saat diwawancarai di kediamannya di Kampung Cijolang, Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Minggu (19/12/2021).
Entes Hidayatullah, ayahanda Handi, korban tabrak lari di Nagreg saat diwawancarai di kediamannya di Kampung Cijolang, Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Minggu (19/12/2021). (TribunJabar)

Dibuang Saat Masih Hidup

Polisi menemukan kejanggalan pada jenazah Handi yang ditemukan di Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas.

Diduga, Handi dibuang dalam keadaan masih hidup.

Kabiddokkes Polda Jateng, Kombes Pol dr Sumy Hastry Purwanti, mengatakan dua jenazah tersebut ditemukan di wilayah Banyumas dan Cilacap pada 11 Desember lalu.

Saat itu terdapat laporan polisi mengenai adanya orang hilang dari Jawa Barat dengan ciri -ciri sama.

"Karena ada kemiripan (ciri-ciri korban), akhirnya penyidik Jawa Barat datang ke Polres Banyumas dan Cilacap, sampai dilakukan pengecekan data primer di antaranya sidik jari," ujarnya, Kamis (23/12/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved