Cerita Kriminal

Viral Video Penangkapan 2 Remaja yang Rudapaksa dan Jual Gadis 14 Tahun, Tertunduk Sambil Ucap Ini

Video yang merekam saat ketiga remaja pemerkosa ditangkap viral di media sosial. Dengan memakai baju tahanan berwarna orange, mereka menunduk.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
TribunJabar
Lokasi kejadian dugaan rudapaksa gadis 14 tahun di kos-kosan padat penduduk di wilayah Dungus Cariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung. 

"Hasil uangnya dibagi-bagi oleh tersangka. Ketiganya sudah ditahan. Dua laki-laki yang 18 tahun ditahan rutan Satresrkim sejak 23 Desember lalu. Penyidik telah mendampingi korban untuk dilakukan pemeriksaan visum sekaligus memberikan layanan pendampingan psikolog di kantor P2TP2A Kota Bandung. Pelaku lain kami cari," katanya.

Para tersangka dijerat pasal UURI nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO. Lalu pasal 76 Jo pasal 88 UURI no 35 tahun 2004 tentang perubahan atas UURI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Tangkap Semua

Kapolrestabes berjanji secepat mungkin meringkus semua pelaku yang terlibat dalam kasus ini.

"Saya maksimalkan untuk kasus ini. Semua pelaku, yang menjual (korban), yang berhubungan dan segala yang terkait akan kami tangkap semua," ujar Aswin.

Saat ini, ujarnya, baru tiga orang pelaku yang berhasil diamankan dan masih menjalani pemeriksaan.

"Korban sudah divisum. Sekarang lagi pengejaran pelaku lainnya."

"Masih banyak yang akan kita tangkap. Mohon doanya untuk ditangkap semuanya," katanya.

Korban, menurut Aswin, masih mengalami trauma. Namun, ia memastikan, korban sudah mendapat pendampingan.

Ditemui di rumahnya, kemarin, ayah korban mengaku sangat berharap semua pelaku segera ditangkap dan diberi hukuman berat.

"Kapolres sudah siap (mengungkap kasus) dan langsung ke rumah saya, katanya mulai hari ini harus ditangkap semua."

"Kronologinya memang seperti itu, enggak ada yang dilebih-lebihkan," ujarnya.

Ia mengatakan, sebelum anaknya ketahuan diculik, dirudapaksa dan dijual oleh pelaku, ia sempat mencari anaknya dan menyebarkan informasi kehilangan anak di media sosial Facebook.

"Saya cari-cari dan saya sebar di Facebook, sehari dua hari dan dapat info di facebook juga bahwa ada yang melihat anak saya di layanan online di aplikasi MiChat itu," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved