Indeks Kebahagiaan Warga Jakarta Jeblok di Tangan Gubernur Anies, Ini Penjelasannya

Indeks kebahagiaan warga Jakarta turun sejak Gubernur Anies Baswedan menjabat pada 2017 lalu.

Youtube Anies Baswedan
Anies Baswedan membahas Kepulauan Seribu. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Indeks kebahagiaan warga Jakarta jebklok di tangan Gubernur Anies Baswedan menjabat sejak 2017 lalu.

Hal ini terungkap dari hasil laporan Indeks Kebahagiaan tahun 2021 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Dari hasil laporan itu, Indeks Kebahagiaan warga Jakarta masuk 10 terbawah dibandingkan provinsi lain di Indonesia.

Tahun ini, Indeks Kebahagiaan warga Jakarta berkisar di angka 70,68 atau turun 0,65 poin dari sebelumnya 71,33 pada 2017 lalu.

Selain menduduki urutan ke-8 dari bawah, angka ini berada di bawah Indeks Kebahagiaan Nasional yang berada di kisaran 71,49.

Secara umum, Indeks Kebahagiaan di Indonesia meningkat 0,8 poin dari sebelumnya 70,69 pada 2017 lalu.

Penurunan Indeks Kebahagiaan di DKI ini tentu bertolang belakang dengan jargon 'Maju Kotanya, Bahagia Warganya' yang selama ini gembar-gemborkan Gubernur Anies Baswedan.

Baca juga: Tahun 2021, Polres Jakarta Barat Ungkap Ladang Ganja Belasan Hektar: Jumlahnya Fantastis!

Terkait hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengaku belum mempelajari indikator yang digunakan BPS untuk mengukur Indeks Kebahagiaan warganya.

Walau demikian Ariza menyebut, pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020 lalu memberikan dampak signifikan bagi warga ibu kota.

"Saya baru dengar rilis BPS, tapi yang pasti memang akibat dampak pandemi Covid-19 besar sekali. Baik itu terhadap kesehatan, maupun perekonomian kita," ucapnya di Balai Kota, Jumat (31/12/2021).

Orang nomor dua di DKI ini pun bersyukur, dampak negatif pandemi Covid-19 yang kini dirasakan secara perlahan mulai bisa diperbaiki lagi.

Baca juga: Cassandra Angelie Artis Ikatan Cinta Ketahuan Jual Diri: Dari Laporan Warga, Terciduk Tak Berbusana

Hal ini tidak terlepas dari pelonggaran aktivitas masyarakat yang mulai diterapkan Pemprov DKI selama masa PPKM Level 1 ini.

"DKI Jakarta berhasil menurunkan pandemi Covid-19, apalagi sekarang sudah (PPKM) di Level 1, angka kematian terus turun, kesembuhan juga terus meningkat, (capaian) vaksin juga sudah lebih dari 120 persen di DKI," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved