Kasus Kekerasan Anak di Depok Sepanjang 2021 Meningkat Dibandingkan 2020, Polisi Ungkap Pemicunya

Polres Metro Depok melaksanakan ungkap kasus akhir tahun 2021 sore ini. Kekerasan terhadap anak meningkat dibandingkan tahun 2020 silam.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Jumpa pers akhir tahun 2021 Polres Metro Depok, Jumat (31/12/2021). Polres Metro Depok melaksanakan ungkap kasus akhir tahun 2021 sore ini. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Polres Metro Depok melaksanakan ungkap kasus akhir tahun 2021 sore ini.

Dari sejumlah kasus yang dipaparkan, kekerasan terhadap anak meningkat dibandingkan tahun 2020 silam.

"Kekerasan anak ada peningkatan ya (jumlah kasus)," ungkap Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, didampingi Kasat Narkoba Polres Metro Depok AKBP Budi Setiadi, dan Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, Jumat (31/12/2021).

Meski belum mengungkapkan jumlah detail kasusnya, namun Imran mengatakan banyak pemicu dari meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak ini.

"Banyak pemicunya ya. Contohnya seperti guru ngaji, ia tinggal sendiri sementara istrinya di uar daerah, jadi kesempatan itu ada. Kemudian kontrol yayasan sangat kurang," jelasnya.

Baca juga: Perilaku Tak Wajar Remaja Usai Jadi Korban Rudapaksa Marbot Masjid, Diancam dan Disogok Pinjam HP

Berdasarkan data yang dimiliki TribunJakarta, kasus kekerasan terhadap di Kota Depok yang digadang-gadang sebagai kota layak anak memang masih acap kali terjadi sepanjang tahun 2021.

Beberapa contohnya adalah kasus kekerasan yang dialami seorang bocah berinisial KL yang masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar pada November 2021 lalu.

KL dianiaya oleh ayah kandungnya sendiri dalam keadaan mabuk, hingga menderita lebam-lebam pada bagian wajahnya.

Baca juga: Ibu Pukul Bayi saat Live FB, Lanjut Tawarkan Dagangan Meski Korban Berdarah: Ada yang Mau Lagi Bunda

Usut punya usut, kekerasan yang dialami oleh KL ternyata buka kali pertama. Sang ibu pun akhirnya 'gerah' dan melaporkan suaminya ke Polres Metro Depok akibat ulahnya yang nekat menganiaya KL anak kandungnya sendiri.

Terbaru yang belum lama terjadi, adalah oknum guru ngaji berinisial MMS (52) di Kecamatan Beji, Kota Depok.

MMS nekat mencabuli sejumlah muridnya. Bahkan terkini sudah ada 10 korban yang melapor ke Polres Metro Depok.

Kejadian ini pun membuat Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) turun tangan. Bahkan, Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, menyebut Kota Depok sudah zona merah kekerasan seksual terhadap anak.

“Depok itu sudah dua tahun yang lalu saya mengatakan Depok ini sudah zona merah terhadap kejahatan seksual anak, baik itu di lingkungan rumah terdekat atau di lingkungan sekolah maupun satuan pendidikan, ini terbukti,” ujar Arist kala menyambangi Polres Metro Depok beberapa waktu lalu.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved