Nasib Kasus Laporan Balik 2 Anggota Mabes Polri yang Diduga Keroyok Remaja Jatinegara

Polrestro Jakarta Timur masih menyelidiki laporan balik dari anggota Mabes Polri pelaku pengeroyokan terhadap dua remaja warga Jatinegara.

Kompas.com/Zico Nurrashid
Kantor Polres Metro Jakarta Timur di Jalan Matraman Raya. Jajaran Satreskrim Polrestro Jakarta Timur masih menyelidiki laporan balik dari anggota Mabes Polri pelaku pengeroyokan terhadap dua remaja warga Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Jajaran Satreskrim Polrestro Jakarta Timur masih menyelidiki laporan balik dari anggota Mabes Polri pelaku pengeroyokan terhadap dua remaja warga Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara.

Laporan balik tersebut atas kasus perusakan mobil dinaiki anggota Mabes Polri yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal di wilayah Kelurahan Bidara Cina pada 11 November 2021 lalu.

Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi mengatakan pihaknya masih menyelidiki laporan balik terkait kepemilikan mobil dan pelaku yang melakukan perusakan.

"Masih proses lidik karena apa? Ada persyaratan yang belum terpenuhi seperti terkait dengan mobil, keabsahan mobil itu belum kita dapat," kata Ahsanul di Jakarta Timur, Jumat (31/12/2021).

Sementara terkait pelaku perusakan belum bisa dipastikan karena berdasar keterangan anggota Mabes Polri, perusakan kaca mobil serta pemukulan dilakukan sekitar 15 orang.

Baca juga: Perkara Kaca Mobil Pecah, 2 Remaja di Jatinegara Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Anggota Mabes Polri

Ada kemungkinan remaja berusia 15 dan 18 tahun yang dikeroyok dua anggota Mabes Polri tidak melakukan perusakan dan pemukulan, atau mereka jadi korban salah sasaran.

"Yang dilaporkan bukan remaja itu (korban pengeroyokan), lidik begitu. Kami belum tahu yang melakukan pemukulan itu remaja itu atau ada orang lain yang sebelumnya di situ ada begitu," ujarnya.

Ahsanul menuturkan pihaknya belum bisa memastikan pelaku perusakan mobil dinaiki anggota Mabes Polri karena masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada dua korban.

Baca juga: Sosok Kakak Adik Jadi Aktor Utama Pengeroyokan Polisi di Pondok Indah, Sempat Dikira Polisi Gadungan

Dari hasil penyelidikan sementara juga diketahui bahwa saat kejadian awalnya hanya T dan J yang datang ke lokasi kejadian menaiki mobil, tapi laju kendaraan terhenti karena jalan diportal.

Saat menghentikan kendaraan itu T dan J tiba-tiba dihampiri sekitar 15 orang yang melakukan penyerangan hingga kaca mobil pecah, mereka pun sempat kabur lantaran kalah jumlah.

Baca juga: Dua Pelaku Pengeroyokan Polisi di Pondok Indah Tertangkap, Ini Tampangnya

Setelahnya T dan J menghubungi S untuk meminta bantuan dengan maksud menyerang balik, tapi saat tiba di lokasi mereka hanya menemukan dua remaja berinisial 15 dan 18 tahun.

"Dipukul lah dua remaja itu dan dibawa ke mobil. Sementara orang-orang yang sebelumnya melakukan pemukulan itu tidak ada di tempat," tuturnya.

Untuk sekarang Ahsanul hanya memastikan bahwa dua anggota Mabes Polri berinisial T dan S, serta satu warga sipil berinisial J yang melakukan pengeroyokan bakal jadi tersangka.

Penetapan tersangka ketiganya bakal dilakukan pada Rabu (5/1/2022), mereka disangkakan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun enam bulan.

"Kami tetapkan tersangka karena melakukan pemukulan itu dan sudah ada dua alat bukti yang sah. Barang bukti yang diamankan itu hasil visum. Hasim visum dari korban di bagian kepala," lanjut Ahsanul.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved