Sosok Ini Ngaku Didatangi Tuti Korban Kasus Subang Lewat Mimpi, Keluarga Belum Sanggupi Permintaan

Seorang wanita bernama Lilis Sulastri (56) ngaku didatangi oleh salah seorang korban tewas Tuti Suhartini di dalam mimpi.

Editor: Wahyu Septiana
Tribun Jabar
Lilis Sulastri (56) menceritakan hubungan rumah tangga adiknya, Tuti Suhartini (55) dengan sang suami, Yosef, saat ditemui di rumahnya, Selasa (24/8/2021). Lilis Sulastri (56) ngaku didatangi oleh salah seorang korban tewas Tuti Suhartini di dalam mimpi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, SUBANG - Seorang wanita bernama Lilis Sulastri (56) ngaku didatangi oleh salah seorang korban tewas Tuti Suhartini di dalam mimpi.

Diketahui, Lilis Sulastri merupakan kakak kandung Tuti Suhartini yang tewas di kasus perampasan nyawa di Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Dalam mimpinya, Tuti Suhartini berujar dan meminta sesuatu.

Sayangnya, permintaan tersebut sulit diwujudkan saat ini.

Kakak memimpikan Tuti adalah Lilis Sulastri (56).

Ia mengatakan, sang adik yang menjadi korban kasus perampasan nyawa di Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat itu datang di mimpinya.

Baca juga: Tak Ada Perayaan Apapun, Ini Beda Cara Yosef dan Yoris Peringati Ulang Tahun Korban Kasus Subang

Tuti meminta untuk menyempurnakan serta membersihkan sisa-sisa darah yang berada di TKP. 

"Saya belum lama ini mimpi, kata adik saya dia minta disempurnakan dan membersihkan rumah yang berantakan," kata Lilis kepada wartawan, Kamis (30/12/2021).

Tampak terlihat kedua nisan Tuti dan Amalia di TPU Istuning, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Minggu (3/11/2021), tidak terpasang dan hanya tergeletak begitu saja sehari pascajenazah keduanya dibongkar untuk kepentingan autopsi ulang.
Tampak terlihat kedua nisan Tuti dan Amalia di TPU Istuning, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Minggu (3/11/2021), tidak terpasang dan hanya tergeletak begitu saja sehari pascajenazah keduanya dibongkar untuk kepentingan autopsi ulang. (Tribun Jabar/Dwiki Maulana)

Namun, dengan kasus yang belum terungkap serta TKP yang berada di Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang itu masih terdapat garis polisi, keluarga masih belum dapat melaksanakan dari korban

"Ya sekarang masih belum bisa, kan, masih ada garis polisi juga, cuman sampai kapan, kasihan adik saya itu," katanya. 

Lilis pun sedih dan terus memikirkan adik serta keponakannya yang menjadi korban perampasan nyawa ibu dan anak di Subang pada bulan Agustus lalu. 

"Kalo diingat-ingat tuh sedih, dalam mimpi bilang ke saya bilang tolong sempurnakan," katanya.

Baca juga: Keyakinan Sang Adik Dengar Sumpah Yosef Tak Terlibat Kasus Ibu & Anak di Subang

Ia selaku keluarga korban berharap agar kasus tersebut cepat terungkap.

Terlebih saat ini sudah adanya progres dari pihak kepolisian yang sudah merilis sketsa wajah dari terduga pelaku. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved