Indeks Kebahagiaan Warga Jakarta Anjlok di Era Anies, Gerindra Minta BPS Survei Ulang Usai Covid-19

Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta buka suara soal anjloknya Indeks Kebahagiaan Warga ibu kota di era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Muhammad Taufik di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (22/10/2021). Fraksi Gerindra DPRD DKI buka suara soal anjloknya Indeks Kebahagiaan warga ibu kota di era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta buka suara soal anjloknya Indeks Kebahagiaan Warga ibu kota di era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan.

Penasehat Fraksi Gerindra Mohamad Taufik menilai, Indeks Kebahagiaan Warga Jakarta anjlok imbas pandemi Covid-19.

Apalagi, Jakarta sempat menjadi episentrum penularan penyakit yang disebabkan virus corona ini.

"Tahun 2020 dan 2021 itu rakyat kita sulit untuk bahagia, kenapa? Karena ada tekanan Covid-19," ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (1/1/2022).

Taufik bilang, dampak pandemi tak hanya menyebabkan krisis kesehatan, tapi juga krisis ekonomi.

Baca juga: Indeks Kebahagiaan Warga Jakarta Jeblok di Tangan Gubernur Anies, Ini Penjelasannya

Bahkan, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pernah terjadi di tahun 2020 lalu.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, angka pengangguran di ibu kota mencapai 8,51 persen pada Februari 2021.

Padahal, angka pengangguran di Jakarta hanya sebesar 4,93 persen pada periode Februari 2020.

Artinya, jumlah pengangguran di ibu kota naik hingga dua kali lipat selama masa pandemi Covid-19.

Hal ini tidak terlepas dari pembatasan kegiatan masyarakat yang terjadi di awal masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Cuma Naik 0,01, Gubernur Anies Klaim Indeks Pembangunan Manusia DKI Tertinggi se-Indonesia

"Karena Covid-19 itu ada pembatasan gerakan individu. Ketika gerakan individu dibatasi, maka penghasilan individu juga akan berkurang," ujarnya.

"Ketika penghasilan individu berkurang, di mana ada bahagia?" sambungnya menjelaskan.

Wakil Ketua DPRD DKI ini pun meminta agar Badan Pusat Statistik (BPS) yang menerbitkan Indeks Kebahagiaan ini melakukan survei ulang setelah pandemi Covid-19 berakhir.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved