Habis Makan di Warteg, Viral Anggota Polair Dikeroyok saat Lerai Keributan di Tanjung Priok

Video viral di media sosial merekam pengeroyokan yang menimpa seorang anggota Polri.

Dok. Istimewa
Tangkap layar pengeroyokan terhadap anggota Polair di Tanjung Priok. Video viral di media sosial merekam pengeroyokan yang menimpa seorang anggota Polri. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Video viral di media sosial merekam pengeroyokan yang menimpa seorang anggota Polri.

Berdasarkan keterangan unggahan video akun Instagram @cetul222, korban pengeroyokan ialah Bripda Rio Novemberyanto Rajagukguk, anggota Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri.

Pengeroyokan terhadap Bripda Rio disebutkan terjadi ketika dirinya sedang makan di Jalan Ende, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Yang bersangkutan dikeroyok setelah berupaya melerai keributan antar warga.

"Bripda Rio Novemberyanto Raja Gukguk melihat kejadian pengeroyokan tersebut dan berusaha melerai pengeroyokan akan tetapi segerombolan orang tidak di kenal berbalik melakukan pengeroyokan thd Bripda.rio mberyanto raja gukguk (KP.Belibis 5007) Subdit patroli air Ditpolair Korpolairud baharkam polri," tulis keterangan unggahan akun Instagram @cetul222.

Baca juga: Nasib Kasus Laporan Balik 2 Anggota Mabes Polri yang Diduga Keroyok Remaja Jatinegara

Terkait unggahan tersebut, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Dwi Prasetyo Wibowo membenarkan terjadinya pengeroyokan.

"Iya benar. Sudah kami lidik dari beberapa hari lalu, kita lidik setelah kejadian. Masih kita lidik," kata Dwi saat dikonfirmasi, Senin (3/1/2022).

Menurut Dwi, pengeroyokan itu terjadi pada 1 Januari 2022 lalu.

Baca juga: Keroyok Remaja di Bidara Cina, 2 Anggota Mabes Polri Bakal jadi Tersangka: Terancam 5 Tahun Penjara

Ketika itu, korban setelah makan di warteg melihat ada warga yang dikeroyok sekelompok orang tak dikenal.

"Jadinya intinya korban (Bripda Rio) itu sedang makan di warteg sama rekannya. Melihat ada orang berkerumun (keributan), berniat untuk melerai, tapi malah jadi korban," kata Dwi.

Adapun korban dalam pengeroyokan ini berjumlah dua orang dan keduanya mengalami luka di bagian wajah.

Selain Bripda Rio, korban lainnya ialah seorang warga bernama Ari yang juga dikeroyok sekelompok orang tak dikenal tersebut.

Polres Metro Jakarta Utara hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait kasus pengeroyokan ini.

Polisi masih mendalami keterangan korban untuk selanjutnya mencari para pelaku pengeroyokan ini.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved