''Dia Pamit dan Nangis di Kaki Saya'' Ibu Ungkap Pertemuan Terakhir Sebelum Sang Anak Tenggelam

Martini sama sekali tak menyangka ucapan tak biasa sang anak, Deni Mardiansyah (24) di pertemuannya beberapa hari lalu menjadi yang terakhir.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNJABAR.ID/PADNA
Martini memperlihatkan foto anaknya yang tenggelam di pantai barat Pangandaran, Rabu (5/1/2021) 

TRIBUNJAKARTA.COM, PANGANDARAN - "Dia, pamit dan nangis dulu di kaki Saya".

Perkataan itu disampaikan Martini (50) saat menunggu kabar ditemukannya sang anak yang tenggelam di Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Martini sama sekali tak menyangka ucapan tak biasa sang anak, Deni Mardiansyah (24) di pertemuannya beberapa hari lalu menjadi yang terakhir.

Sebab, setelah itu, adalah kabar duka yang diterimanya.

Deni dinyatakan tenggelam pada Selasa (4/1/2022) sore pukul 17:30 WIB.

Baca juga: Ingat Hansip Sabel yang Pernikahannya Viral? Kini Sebulan Tak Pulang ke Rumah, Bikin Istri Gelisah

Saat itu anaknya sedang berenang di lokasi larangan depan pos 5 pantai barat Pangandaran.

"Katanya, minta maaf karena selama ini saya tidak bisa membahagiakan mamah, terus mau berangkat semua saudaranya disalamin (bersalaman)," ujar Martini menceritakan pertemuan terakhirnya dengan sang anak.

"Saya tidak curiga apa-apa, dua hari pamit pergi kerja tahu tahunya kemarin (4/1/2022) sore saat magrib ada kabar kata anak saya kesini (pantai barat Pangandaran) renang dan terseret arus laut," katanya.

Ilustrasi Tenggelam.
Ilustrasi Tenggelam. (Net)

Padahal saat pamit dengannya, Deni bilang mau pergi ke rumah ibu tirinya di Kalipucang.

"Dia anak ketiga putra Saya, ini kedua (anak kedua yang mendampingi) dan kakaknya paling tua perempuan," ucap warga RT 3/1 Dusun Sindangtawang, Desa Sindanghayu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat itu.

Martini mengenang sosok sang anak yang kini belum ditemukan keberadaannya.

Kesehariannya, dia seorang anak yang pendiam dan selalu diam di rumah tidak ingin pergi kemana mana.

"Orangnya kurang gaul gitu. Anak saya ini, mungkin broken home, dia itu selalu bilang hidupnya itu gara-gara mamah sama ayah," ujar Martini menirukan kata-kata yang pernah disampaikan anaknya.

"Katanya, kenapa mamah sama ayah sampai cerai. Dia itu, sebenarnya, ingin saya dan ayahnya balikan lagi. Tapi, udah gak mau."

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved