Cerita Kriminal

Pelaku Pengeroyokan dan Perampokan Satu Keluarga di Makasar Ancam Habisi Warga Bila Lapor Polisi

Pelaku pengeroyokan dan perampokan keluarga Titi Suherti (48) turut mengancam warga RW 03, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TribunJakarta.com/Bima Putra
Marwan (23), anak Titi Suherti saat menunjukkan luka penganiayaan di Mapolsek Makasar, Jakarta Timur, Selasa (4/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Pelaku pengeroyokan dan perampokan keluarga Titi Suherti (48) turut mengancam warga RW 03, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Satu warga berinisial M (37), mengatakan para pelaku yang berjumlah sekitar 20 orang itu mengancam warga agar tidak menolong Titi saat penganiayaan terjadi dan melapor ke polisi.

"Warga diancam agar tidak melapor ke polisi, mengancam akan membunuh kalau melapor. Makannya enggak ada yang berani lapor," kata M di Mapolsek Makasar, Jakarta Timur, Rabu (5/1/2022).

Ancaman pembunuhan ini membuat warga RW 03 sekitar tempat tinggal Titi tidak berani menolong ketika pengeroyokan terjadi Sabtu (1/1/2022) sekira pukul 03.00 WIB.

Mereka juga tidak berani menghentikan para pelaku saat menggasak satu unit motor, empat gitar, satu unit TV ukuran 24 inch, dan celengan korban berisi uang sekitar Rp 3 juta.

"Cuman anak korban yang masih 10 tahun itu ditolong warga, diumpetin di rumah biar enggak ikut dipukulin. Alhamdulillah anaknya yang masih kecil selamat, enggak luka," ujarnya.

Ramdoni (25), satu anak Titi yang jadi korban pengeroyokan membenarkan bila saat kejadian warga sekitar tidak berani menolong karena mendapat ancaman dari para pelaku.

Baca juga: Beda dengan Gerindra dan Golkar, PDIP Percaya Diri Usung Kader Sendiri di Pilgub DKI 2024

Saat sang ayah hendak meminta bantuan sejumlah tetangga menyarankan agar melapor ke polisi, nahas saat kejadian situasi tidak memungkinkan membuat keluarga Titi melapor.

"Ayah saya sempat mau dipukul pelaku, tapi menghindar jadi enggak kena. Cuman luka di kaki waktu menyelamatkan diri. Luka paling parah adik sama ibu saya, sempat diseret," tutur Ramdoni.

Titi pun baru melaporkan kejadian ke SPKT Polsek Makasar pada Senin (3/1/2022) malam karena butuh waktu memulihkan diri akibat trauma dialaminya dan hingga kini harus mengungsi dari rumah.

Jajaran Unit Reskrim Polsek Makasar sendiri sudah menyatakan sudah mengantongi identitas sembilan pelaku yang melakukan pengeroyokan dan perampokan keluarga Titi.

Peristiwa Pengeroyokan dan Perampokan

Pada Sabtu (1/1/2022) sekira pukul 03.00 WIB, Titi Suhertidan keluarganya jadi korban pengeroyokan dan perampokan kelompok pemuda

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved