Breaking News:

Depresi Sakit Menahun Buat Lansia 86 Tahun Akhiri Hidup di Kebun Belakang Rumah

Lansia bernama Joyo Sumartobejo (86) di Sragen, Jawa Tengah mengakhiri hidup karena depresi sakit menahun.

Thinkstock via Kompas
Ilustrasi garis polisi. Lansia bernama Joyo Sumartobejo (86) mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di Pohon Jati di Sragen, Jawa Tengah. 

TRIBUNJAKARTA, SRAGEN - Lansia bernama Joyo Sumartobejo (86) mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di Pohon Jati di Sragen, Jawa Tengah.

Diduga, Joyo depresi karena sakit menahun yang dideritanya.

Jasad warga Kampung Pondok RT 11/05, Kelurahan Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, Sragen ditemukan oleh anaknya tergantung di Pohon Jati yang berada di kebun belakang rumahnya Jumat (7/1/2022) sekira pukul 07.00 WIB.

Penemuan jasad itu berawal saat sang anak bernama Sungkono Hadi Suparno (59) hendak mencari ayahnya.

Sesamapainya di rumah korban, sang anak memanggil korban namun tidak ada jawaban.

Baca juga: Suara Dentuman Kagetkan Warga, Ternyata Pria Akhiri Hidup Lompat dari Fly Over

Sungkono akhirnya mencari korban di kebun belakang rumah korban.

Betapa kagetnya Sungkono ketika mendapati bahwa korban sudah dalam keadaan menggantung di pohon jati dengan leher terikat tali senar berwarna hijau.

Baca juga: Hamili Mantan kekasih Sampai Stres Hingga Akhiri Hidup, Bripda Randy Dipecat dengan Tidak Hormat

Sang anak akhirnya berteriak dan meminta tolong kepada warga.

Teriakan Sungkono didengar warga hingga akhirnya warga berdatangan mendekati sumber suara.

Warga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Desa dan dilanjutkan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karangmalang.

Tim dari Polsek Karangmalang Sragen ketika melakukan olah TKP di kebun belakang rumah korban, Jumat (7/1/2022)
Tim dari Polsek Karangmalang Sragen ketika melakukan olah TKP di kebun belakang rumah korban, Jumat (7/1/2022) (Dokumentasi Polres Sragen)

Tim dari Polsek Karangmalang akhirnya mendatangi TKP beserta tim Inafis dari Polres Sragen serta dari Puskesmas Karangmalang.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kapolsek Karangmalang, IPTU Mulyono mengatakan hasil pemeriksaan tidak di temukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Hasil keterangan dari anak korban, bahwa almarhum mengalami depresi di karenakan korban mempunyai riwayat sakit menahun.

Baca juga: Kapolri Bereaksi Insiden Mahasiswi Mojokerto Akhiri Hidup di Makam Ayah, Ada Oknum Polisi Diperiksa

Atas kejadian ini pihak keluarga korban membuat surat pernyataan telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan menolak untuk di lakukan autopsi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved