Breaking News:

Kini Terciduk KPK, Intip Kembali Gaya Nyentrik Wali Kota Bekasi yang Sempat Viral Saat Temui Jokowi

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengawali nama kepala daerah yang terciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di tahun 2022.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Tribunnews/Jeprima
Tersangka Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi atau Pepen mengenakan rompi tahanan KPK digiring petugas dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/1/2022). KPK menetapkan 9 orang tersangka kasus suap pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemkot Kota Bekasi dan mengamankan barang bukti uang mencapai Rp 5,7 miliar dalam bentuk uang tunai Rp 3 miliar dan sisanya saldo rekening buku tabungan. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengawali nama kepala daerah yang terciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di tahun 2022.

Wali Kota Bekasi terciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu (5/1/2022).

Saat ini Wali Kota Bekasi sudah resmi berstatus tersangka dalam kasus suap pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi Tahun 2022. 

Wali Kota Bekasi itu disangkakan sebagai penerima suap.

Namun Rahmat Effendi tak sendiri.

Baca juga: Total 9 Tersangka, Suap Wali Kota Bekasi Libatkan Pengusaha hingga Camat dan Lurah

Ada delapan orang lainnya yang juga menjadi tersangka di dalam kasus ini, baik sebagai pemberi dan penerima suap.

Mereka berasal dari lingkungan Pemkot Bekasi dan pihak swasta.

Mereka adalah Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi, M Bunyamin; Lurah Jatisari, Mulyadi alias Bayong (MY); Camat Jatisampurna, Wahyudin (WY); dan
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi (JL).

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) akhirnya tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Rabu (5/1/2022) malam.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) akhirnya tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Rabu (5/1/2022) malam. (Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama)

Empat tersangka lainnya yakni berasal dari tiga pihak swasta dan seorang camat selaku pemberi suap.

Keempatnya yakni Direktur PT ME (MAM Energindo), Ali Amril (AA);  seorang swasta bernama Lai Bui Min alias Anen (LBM); Direktur PT KBR (Kota Bintang Rayatri) dan PT HS (Hanaveri Sentosa), Suryadi (SY); dan Camat Rawalumbu, Makhfud Saifudin (MS).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved