Pemprov DKI Susun Rencana Penataan Kawasan Koridor Pancoran Glodok

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan rencana penataan kawasan Koridor Pancoran Glodok, Jakarta Barat.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Septiana
Instagram @dinascktrpdki
Tangkapan layar akun Instagram @dinascktrpdki terkait rencana penataan koridor Jalan Pancoran, Glodok. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan rencana penataan kawasan Koridor Pancoran Glodok, Jakarta Barat.

Dikutip dari akun sosial media resmi Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta @dinascktrpdki, tujuan penataan tersebut untuk mewujudkan kawasan strategis yang terintegrasi dengan pengembangan kawasan Berorientasi Transit (TOD) yang berada dalam koridor pengendalian sebagai kawasan bersejarah.

Diketahui, koridor jalan Pancoran Glodok merupakan salah satu bagian dari Kawasan Cagar Budaya Kota Tua di Jakarta Barat, yang termaksud dalam area luar tembok.

Kawasan ini, dikenal dengan beberapa peninggalan arsitektur bersejarahnya, serta kegiatan perdagangan yang menjadi daya tarik bagi masyarakat.

"Di kawasan ini, nantinya terdapat dua titik pemberhentian transportasi umum, yaitu Halte Transjakarta Glodok dan rencana Trase MRT Fase II," tulis informasi yang dikutip TribunJakarta dalam akun instagram @dinascktrpdki.

Baca juga: Ada Pekerjaan MRT Fase Dua Stasiun Glodok-Stasiun Kota, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

Adapun konsep dari penataan ini, adalah mewujudkan koridor ini sebagai Beranda Kota Tua, teras tempat hidup untuk bertemu melestarikan dan merayakan keberagaman antar penduduk, pengusaha, pedagang, pengunjung, dan semua lapisan masyarakat.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (DCKTRP) Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto pun mengatakan bahwa penataan kawasan tersebut saat ini masih dalam proses perencanaan.

"Intinya di dalam kawasan seperti itu, kita mencoba agar terintegrasi antara jaringan transportasi dengan pengembangan kawasan. Itu yang kita kawal. Jangan sampai masing-masing berdiri sendiri. Kayak stasiun berdiri sendiri, pengembangan kawasan berdiri sendiri,"

Baca juga: Sebanyak 252 Pohon Ditebang Imbas Pembangunan MRT Jakarta di Glodok dan Kota

"Karena itu pusat TOD, dikemas dengan kawasan Transit Oriented, jadi diharapkan mengemukakan visi dari transportasinya. Sehingga masyarakat di kawasan itu, diharapkan jalur pedestrian diutamakan nanti di dalamnya. Saat ini perencanaannya yang sedang berjalan. Nah perencanaan itu kan butuh panjang," kata Heru, dikonfirmasi Jumat (7/1/2022).

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved