Rahmat Effendi Tersangka Kasus Suap, Politisi Golkar: Kita Berharap Pembuktian Ada di Pengadilan 

Politisi Partai Golkar Kota Bekasi Daryanto mengatakan, seniornya Rahmat Effendi memang secara realitas ditetapkan sebagai tersangka KPK.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Septiana
Tribunnews/Jeprima
Tersangka Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi atau Pepen mengenakan rompi tahanan KPK digiring petugas dari Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/1/2022). Politisi Partai Golkar Kota Bekasi Daryanto mengatakan, seniornya Rahmat Effendi memang secara realitas ditetapkan sebagai tersangka KPK. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Politisi Partai Golkar Kota Bekasi Daryanto mengatakan, seniornya Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memang secara realitas ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Namun pihaknya bersama kader Golkar Kota Bekasi tetap memegang teguh azas praduga tak bersalah, dia berharap segalanya akan benar-benar terbukti melalui Pengadilan.

"Jadi tetap, kita masih tetap berazaskan pada praduga tak bersalah, kita berharap nanti pembuktian ada di pengadilan," kata Daryanto Jumat (7/1/2022). 

Anggota DPRD Kota Bekasi ini menambah, Rahmat Effendi di tubuh DPD Golkar Kota Bekasi menjabat sebagai ketua dewan pertimbangan. 

Di mata para kader Golkar Kota Bekasi, sosok pria yang akrab disapa Bang Pepen merupakan politisi senior sekaligus mentor para kader muda seperti dirinya.

Baca juga: Gubernur RK Serahkan SK Plt Wali Kota Bekasi, Ini Ekspresi Tri Adhianto: Banteng Gantikan Beringin

"Kami sampaikan kepada semua kader Golkar Kota Bekasi, bahwa ini realitanya memang beliau (Pepen) tersangkut hukum dengan KPK," ucapnya. 

"Namun, sekali lagi, kita perlu pembuktian apakah beliau terlibat langsung atau tidak, begitu," tambahnya.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) akhirnya tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Rabu (5/1/2022) malam.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) akhirnya tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Rabu (5/1/2022) malam. (Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan sembilan tersangka kasus suap yang melibatkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi serta sejumlah pihak, Kamis (6/1/2022).  

Selain Wali Kota Bekasi, terdapat nama-nama pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut.  

Mereka di antaranya, M. Bunyamin selaku Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).  

Lalu Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Jumhana Lutfi, Wahyudin Camat Jatisampurna dan Mulyadi Lurah Jatisari. 

Baca juga: Rekam Jejak Kontroversial Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi: Comeback Is Real Hingga Jakarta Tenggara

Selain Wali Kota Bekasi Rahmat dan beserta para pejabatnya, KPK turut menetapkan empat orang dari pihak swasta sebagai pemberi suap.  

Mereka di antaranya AA selaku Direktur PT ME,  lalu LBM, SY selaku direktur PT KBR, kemudian MS selaku camat Rawalumbu.  

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved