Penjabat Pengganti Anies Baswedan

Ada Skenario Di Balik Suara Dukungan Heru Budi Hartono Jadi Pengganti Anies, Ini Penjelasannya

Heru yang merupakan mantan Wali Kota Jakarta Utara ini dinilai cocok mengemban jabatan sebagai pejabat (Pj) Gubernur.

Kompas.com/Alsadad Rudi
Biodata Heru Budi Hartono, Sosok yang Disebut PDIP akan Gantikan Anies Sebagai Gubernur DKI Jakarta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Nama Heru Budi Hartono kini menjadi sorotan.

Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) ini digadang-gadang cocok menggantikan Anies Baswedan yang masa jabatannya bakal berakhir pada Oktober 2022 mendatang.

Heru yang merupakan mantan Wali Kota Jakarta Utara ini dinilai cocok mengemban jabatan sebagai pejabat (Pj) Gubernur.

Berangkat dari hal ini, Pengamat politik, Ujang Komarudin  justru menduga ada skenario lain yang sedang dijalankan.

Skenario yang dimaksud justru merujuk pada lengsernya jabatan Heru sebagai Kasetpres.

"Saya sih melihatnya seperti itu, kalau dia jadi Pj Gub maka Kestpresnya bakalan ada yang ambil. Justru mungkin ini skenario orang lain ingin mengambil jabatan dia, kalau dia jadi Pj," jelasnya saat dihubungi, Sabtu (8/1/2022).

Adapun alasan yang diungkapnya lantaran Pj Gubernur bukan hanya menyoal pembangunan saja.

Baca juga: Heru Budi Hartono Bakal Rugi Jadi Pj Gubernur Pengganti Anies, Ini Kata Pengamat

Namun ada intrik atau persoalan politik di dalamnya.

"Jadi Pj Gub DKI Jakarta dan Kepala Daerah Seluruh Indonesia itu bukan hanya soal pembangunan di daerah yang menjadi persoalan politik. Kenapa? utuk memenangkan partai politik lah, memenangkan presiden lah dan lain sebagainya. Ada dua silsilah seperti itu,"  ungkapnya.

Ujang juga menilai jika Heru yang merupakan Kasetpres ini akan merugi bila jabatannya berubah menjadi Pj Gubernur pengganti Anies Baswedan.

"Ya kan Kasetpres dia (Heru), artinya tergantung Jokowi semuanya. Kan yang menentukan Plt Plt itu kan Jokowi semuanya, walaupun ketentuannya dari Kemendagri tapi yang menunjuk kan tetap Jokowi," kata Ujang saat dihubungi, Sabtu (8/1/2022).

"Nah kalau dia Kasetpres ya mungkin-mungkin aja kalau Jokowinya mau. Tapi kan begini kalau dianya Pj Gubernur  maka akan kehilangan jabatan Kasetpres itu dan tentu rugi," lanjutnya.

Alasannya, Ujang mengatakan menjadi Kasetpres merupakan hal yang langka dan sulit.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved