Breaking News:

Kebakaran

Ada 168 Kebakaran di Kab Tangerang selama 2021 dengan Kerugian Rp 5 Triliun, BPBD Panen Sarang Tawon

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Abdul Munir mengatakan, kebakaran masih didominasi terjadi di rumah warga.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Acos aka Abdul Qodir
ist via WartaKota
Ilustrasi Kebakaran 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat ada 168 kasus kebakaran di Kabupaten Tangerang selama tahun 2021.

Pada tahun kemarin, juga terjadi 29 bencana dan 399 kejadian lainnya. Secara keseluruhan ada 596 kejadian.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Abdul Munir mengatakan, kebakaran masih didominasi terjadi di rumah warga.

"Tercatat 64 kejadian kebakaran frekuensi tertinggi yang dilaporkan masyarakat pada bulan Juli sebanyak 14 kejadian dan bulan April terdapat satu kejadian," jelas Munir kepada TribunJakarta.com, Selasa (11/1/2022).

Baca juga: Gegara Anak Bakar Sofa, Rumah 2 Lantai di Cilandak Ludes Terbakar/

Baca juga: Sopir Tak Tahu Medan Jalan, Mobil Toyota Kijang Tercebur ke Kali Srengseng Sawah

Selanjutnya kebaran terjadi di ilalang, tumpukan sampah, limbah, dan gardu listrik terjadi 39 kali.

Lalu, kebakaran perusahaan industri atau home industri ada 34 kejadian.

Kebakaran ruko sebanyak 22 kejadian dan kebakaran pergudangan sembilan kejadian.

Baca juga: Berawal Mabuk Diusir, Dua Orang Ini Nekat Pecahkan Kaca Pospol di Depok

"Akibat kejadian tersebut ditaksir nilai kerugian mencapai Rp 5.004.720.000.000," sambung Munir.

Personel Damkar Jakarta Timur saat proses evakuasi sarang Tawon Ndas yang bersarang di pohon permukiman warga, Rabu (2/12/2020)
Personel Damkar Jakarta Timur saat proses evakuasi sarang Tawon Ndas yang bersarang di pohon permukiman warga, Rabu (2/12/2020) (Damkar Jakarta Timur)

Selanjutnya, bencana lain-lain dilaporkan ada 373 kejadian dan didominasi eksekusi sarang tawon 329 kejadian.

"Frekuensi tertinggi terjadi pada bulan Februari sebanyak 54 kejadian dan terendah pada bulan Juli tujuh kejadian," jelas Munir. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved