Breaking News:

Wagub Ariza Bicara Soal Pj Gubernur DKI Pengganti Anies Baswedan: Netral Dari Kepentingan Politik

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria beri komentar soal sosok Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria kala diwawancarai awak media di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (19/12/2021) 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria beri komentar soal sosok Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan.

Diketahui, masa jabatan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta akan segera berakhir di bulan Oktober 2022 ini.

Meski demikian, pemilihan gubernur (Pilgub) DKI baru akan dilaksanakan pada 2024 mendatang.

Selama jeda waktu tersebut, Anies akan digantikan dengan Pejabat (Pj) Gubernur yang ditunjuk oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berdasarkan persetujuan Presiden Joko Widodo.

Terkait hal ini, Ariza berharap bahwa sosok yang dipilih nantinya ialah sosok yang paham terkait pemerintahan daerah, sehingga bisa menyelesaikan tugas dengan baik hingga tahun 2024 mendatang.

Sebab, kata dia kepala daerah ini nantinya akan tetap menjalankan program-program strategis di pemerintahan daerah, serta mengelola anggaran DKI Jakarta yang besar.

"Dengan kewenangan yang besar dan bahkan setara dengan kepala daerah definitif maka kita berharap para Pejabat Kepala Daerah yang dipilih merupakan sosok yang paham soal pemerintahan daerahnya dan bisa melaksanakan tugas dengan baik," kata Ariza dalam acara FGD DPD Gerindra DKI Jakarta bertajuk 'Gubernur Jakarta Tanpa Pilkada 2022-2024 : Gubernur Jakarta Milik Siapa?', Selasa (11/1/2022).

Baca juga: Klasemen Liga 1 2021, Nasib Berbeda Dua Klub Jabodetabek Persita Tangerang dan Persija Jakarta

Ia menjelaskan, sebanyak 101 kepala daerah bakal segera mengakhiri masa jabatannya di tahun 2022 ini. Salah satunya, adalah DKI Jakarta.

Kekosongan jabatan ini, diselesaikan melalui pengangkatan pejabat kepala daerah, dan bukan melalui mekanisme pilkada. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved