Pemasaran Tak Biasa UMKM Lokal: Lebih Dikenal di Negara Orang Ketimbang di Dalam Negeri

UMKM yang baru dilaunchingnya pada 2021 tahun lalu, sudah banyak mendapat orderan dari sejumlah negara.

Editor: Elga H Putra
Istimewa
Cerita pelaku UMKM yang produknya justru lebih dikenal di luar negeri ketimbang di Indonesia. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pemasaran tak biasa dilakukan Jingga saat mengembangkan usahanya.

Pasalnya, produknya justru bisa lebih dikenal di negara orang ketimbang di Indonesia.

Hal itu tak lepas dari strategi yang diterapkannya dalam mengembangkan usaha sambal dengan brand Miss Sambal.

UMKM yang baru dilaunchingnya pada 2021 tahun lalu, sudah banyak mendapat orderan dari sejumlah negara.

Produk Miss Sambel tercatat dari bulan Agustus sampai Desember 2021 sudah terjual sebanyak 23.000 botol, dengan reseller yang tersebar di Hongkong, Taiwan, Singapura dan Malaysia.

Baca juga: Kasus Narkoba, Ardhito Pramono Ditangkap di Rumahnya Kawasan Jakarta Timur

Produk Miss Sambel ini berasal dari Lamongan, dibesarkan di Malang, dan dikembangkan di Surabaya.

Uniknya produk ini diperkenalkan melalui media sosial yang mentargetkan penontonnya adalah orang-orang Indonesia yang sedang bekerja di luar negeri yang tentu kangen dengan dunia persambelan asli Indonesia.

"Miss Sambel sudah merambah ke negara-negara seperti Jepang, Korea, Arab Saudi, Taiwan, Malaysia dan masih banyak yang lainnya.

Dan anehnya, justru mereka-mereka yang sudah pernah merasakan produk ini di luar negeri, mereka memperkenalkannya ke keluarga mereka yang berada di dalam negeri," kata dia, Rabu (12/1/2022).

Dia mengatakan, produk sambal buatannya memiliki perbedaan yang begitu khas dengan sambal-sambal lainnya.

Baca juga: Wakili Emak-emak Jabar, Istri Ridwan Kamil Tangggapi Tuntutan Mati Herry Wirawan: Sesuai Ekspektasi

Sehingga Miss Sambel hadir dulu ke luar negeri untuk memvalidasi kelezatannya, baru langlah selanjutnya adalah meramaikan kancah persambalan di dalam negeri.

“Alhamdulillah selama ini para pecinta Miss Sambel, hampir semua melakukan repeat order,” tutur Jingga.

Ke depan, Jingga menjelaskan langkah selanjutnya yakni memantapkan strategi pemasaran di dalam negeri setelah dikenal di luar negeri.

"Karena produk yang unik dan enak, pasti akan membuat pembeli akan membeli lagi dan merekomendasikan ke yang lainnya," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved